Tomas Pacitan: Nyawiji -Sumrambah Harus Punya Inovasi. Kerja Pakai Logika, Jangan Mengandalkan Mistis Atau Klenik
Pacitan – Dua tahun Kabupaten Pacitan dibawah kepemimpinan duet Indrata Nur Bayuaji -Gagarin, bisa dibilang masih landai-landai saja. Tak ada gebrakan cukup berarti, utamanya dari pembangunan infrastruktur.
Tak sedikit yang menilai, duet kepemimpinan yang lebih dikenal dengan slogan, “Nyawiji -Sumrambah” itu, hanya terkesan pencitraan.
Mungkin hal yang wajar, mengingat rentang waktu masa tugas hanya tiga tahun dan mereka harus kembali mengadu nasib di pentas Pilbup 2024.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat, Hadi Subowo, perlunya sebuah inovasi dari seorang pemimpin, agar daerah yang di pimpinannya bisa segera ada kemajuan berarti. “Harapannya harus segera ada inovasi untuk membangun masyarakat yang amanah dan bermartabat,” katanya, Ahad (05-02-2023).
Menurut purna bakti ASN di lingkup Pemkab Pacitan ini, Nyawiji kalau tidak ada inovasi, akan sia-sia. “Podo karo mangan ora mangan asal kumpul. Terus opo hasile, nol. Mumpung sekdane pinter digas (makan nggak makan yang penting kumpul. Lantas apa hasilnya, nol. Senyampang sekkab’nya pandai di gas,” tutur Hadi Subowo.
Mantan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pacitan ini juga mensinyalir, sekarang kerja bukan menggunakan logika. “Akan tetapi banyak menggunakan mistik, semedi atau sejenisnya walau terkadang menerjang visi dan misi yang tersirat pada RPJMD/RPJPD,” tukasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan