Tamsir Padang juga mengatakan pada tradisi dan adat istiadat suku Pakpak, struktur sosial dan falsafah Sulang Silima ada sebuah tatanan sosial yang akan memposisikan seseorang dalam struktur masyarakat adat Pakpak. Keberadaan falsafah Sulang Silima sekaligus menggambarkan tugas, fungsi dan tanggung jawab seseorang masyarakat Adat Pakpak.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskominfo Dairi, Aryanto Tinambunan mengatakan Diskominfo Dairi akan melakukan upaya strategi komunikasi yang adaptif sesuai kondisi saat ini. Sehingga dampaknya mampu mempengaruhi masyarakat untuk dapat mengetahui, memahami serta tertarik dalam upaya pelestarian budaya Pakpak.
“Dinas komunikasi sebagai saluran informasi kepada masyarakat akan terus bergiat dalam mempublikasikan informasi tentang budaya Pakpak Dairi. Sehingga dapat meminimalisir perselisihan yang mungkin timbul karena adanya kemajemukan,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Rahmatsyah Munthe juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi khususnya dibawah kepemimpinan Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu akan selalu mendukung pelestarian budaya Pakpak dan senantiasa melakukan program-program yang mendukung pelestarian budaya Pakpak, salah satunya adalah adanya lomba Parsinabul dan Pesta Njuah-njuah yang setiap tahun rutin dilakukan Pemkab Dairi.
Selain itu, Rahmat juga menjelaskan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kabupaten Dairi senantiasa melibatkan tokoh-tokoh adat Pakpak seperti kegiatan Persentabian.
“Kita terus berupaya melakukan upaya pelestarian budaya Pakpak dan selalu melibatkan tokoh-tokoh adat Pakpak dalam berbagai event. Seperti tahun lalu, Bupati Dairi melakukan Perrsentabian kepada tokoh masyarakat. Kita juga pernah melakukan lomba Parsinabul untuk usia muda guna regenerasi kepada kaum milenial,” Rahmatsyah.
(LM-01)
