Yang perlu diketahui bersama, lanjut Hadi Subowo, bahwa bakteri ini menjalar secara sporadis melalui media. Antara lain air dan tanah pada lingkungan yang kurang bersih dan terkontaminasi oleh kencing tikus yang mengandung bakteri Leptospira. Atau ternak lain, khususnya anjing, sapi dan juga kuda.
Menurut pakar, bakteri Leptospira ini mampu bertahan cukup lama didalam ginjal ternak utamanya anjing, sapi dan kuda hingga berbulan-bulan, atau bahkan bisa tahunan.
“Oleh karena itu marilah kita gerakkan secara serentak semua komponen masyarakat yang ada, untuk melakukan upaya pencegahan dengan menjaga sanitasi lingkungan, mengobati yang sudah terjangkit dan memberikan penyuluhan di RT dan RW tentang penularan penyakit Leptospirosis tersebut.
Semoga Pacitan tetap Nyawiji menuju masyarakat yang damai dan sejahtera,” tukasnya. (Red/yun).
