Liputan BERITA

Tomas Pacitan Beri Apresiasi Tinggi Kepada Dinkes Dalam Menangani Kasus Leptospirosis

Ditulis oleh Liputan68 pada 6 Maret 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan – Ini pendapat salah seorang tokoh masyarakat di Pacitan, yang memberi apresiasi tinggi atas kinerja Dinas Kesehatan dalam menangani wabah Leptospirosis.

Dia adalah Hadi Subowo, yang juga mantan pejabat di lingkup Pemkab Pacitan.

Dalam siaran persnya, Hadi Subowo menyatakan, tertarik dan salut dengan pernyataan Nurfarida Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Pacitan bahwa pihaknya sudah berupaya keras untuk melakukan pencegahan, pemberantasan dan edukasi kepada masyarakat yang terdampak Leptospirosis.

Namun, semua tetap atas kehendak diatas. Terkait dengan merebaknya penyakit Leptospirosis yang diduga disebabkan oleh bakteri Leptospira melalui perantaraan kencing tikus tersebut, perlu diketahui bahwa persoalan ini tidak semudah membalik telapak tangan.

Serta tidak bisa hanya ditangani secara sepihak utamanya Dinas Kesehatan sebagai play makernya. “Apakah dalam upaya penangananya sudah terintegrasi secara menyeluruh dengan semua komponen yang ada, semisal instansi terkait, sekolahan, pondok pesantren, kerumunan pasar-pasar dan melibatkan tokoh non formal dan lainnya, ini yang harus disinergikan diseluruh Kabupaten Pacitan,” kata purna bakti Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pacitan ini, Senin (6-3-2023).

Yang perlu diketahui bersama, lanjut Hadi Subowo, bahwa bakteri ini menjalar secara sporadis melalui media. Antara lain air dan tanah pada lingkungan yang kurang bersih dan terkontaminasi oleh kencing tikus yang mengandung bakteri Leptospira. Atau ternak lain, khususnya anjing, sapi dan juga kuda.

Menurut pakar, bakteri Leptospira ini mampu bertahan cukup lama didalam ginjal ternak utamanya anjing, sapi dan kuda hingga berbulan-bulan, atau bahkan bisa tahunan.

“Oleh karena itu marilah kita gerakkan secara serentak semua komponen masyarakat yang ada, untuk melakukan upaya pencegahan dengan menjaga sanitasi lingkungan, mengobati yang sudah terjangkit dan memberikan penyuluhan di RT dan RW tentang penularan penyakit Leptospirosis tersebut.

Semoga Pacitan tetap Nyawiji menuju masyarakat yang damai dan sejahtera,” tukasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian