Menteri Lingkungan Republik Kongo Kunjungi TOSS Center Klungkung

LIPUTAN68.COM, Klungkung -PT Citra Terang Bumi Lestari (CTBL) mengoperatori mesin pengolah sampah residu rekayasa teknologi anak bangsa di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Klungkung yang dilirik dunia.

Bahkan, Menteri Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Republik Kongo, Arlette Soudan Nonault berkunjung ke Klungkung, untuk menyaksikan operasional mesin yang mengolah sampah organik dan anorganik yang ada di (TOSS) Center Gema Santi di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali Minggu, (26/3/23)

Dalam kunjungannya, Arlette Soudan Nonault didampingi rombongan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Sekretaris Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 serta Direktur Pengurangan Sampah.

Setelah tiba di TOSS Center, Arlette Soudan Nonault ditemani Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dan rombongan dari KLHK Pusat langsung diajak menuju ke mesin pengolah sampah residu.

Setelah melihat mekanisme pengolahan sampah pada mesin residu, Menteri Arlete mendapat penjelasan seputar operasional mesin dari Direktur PT. Cahaya Terang Bumi Lestari (CTBL) Putu Ivan Yunatana.

Dalam keterangannya, Arlette Soudan mengaku sangat tertarik dengan inovasi pengolahan sampah di TOSS Center Klungkung. Bahkan, Arlette Soudan Nonault terlihat begitu tertarik dengan mesin yang masih dalam masa uji coba tersebut, sehingga dirinya berkali-kali melihat secara detail bagian-bagian dari mesin yang merupakan inovasi anak bangsa ini.

“Saya sangat tertarik dengan operasional mesin yang ada di TOSS Center. Ini teknologi inovasi pengelolaan sampah yang sangat baik di Indonesia. Bagaimana memproduksi sampah anorganik menjadi program pertanian dan lain-lain,” terang Menteri Arlete yang mengaku sebelumnya sebagai jurnalis itu.

Oleh karena itu, Menteri Arlete berterima kasih kepada KLHK RI yang telah mengajak dirinya dan rombongan berkunjung ke tempat pengolahan sampah yang menerima penghargaan Adipura dan masuk dalam TOP 5 Inovasi Pelayanan Publik Sangat Terpuji 2022 ini.

Pihaknya juga tertarik dengan hasil pengolahan sampah yang langsung dimanfaatkan sebagai kompos dan pelet.

“Ini betul-betul pengolahan sampah yang sangat efektif. Dari kunjungan ini akan kami terapkan di Negeri kami,” ungkapnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *