Menguak Sekilas Terbentuknya Kawasan Kars Di Pacitan Versus LSM PCC

“Jadi kawasan pegunungan kapur dapat dianalogikan dengan ‘spon’ yang menyerap air.

Penampakan kawasan pegunungan kapur yang terlihat kering, sebenarnya terkandung cadangan air
bawah permukaan yang melimpah,” jelasnya.

Lebih lanjut Bandung mengungkapkan, Karakter adanya luweng, gowa dan sungai bawah tanah tersebut, tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga terjadi di kawasan kars yang ada dibawah permukaan air.

“Oleh karena itu sering terjadi peristiwa adanya arus ‘bawah permukaan’ yang menelan korban nyawa. Untuk memudahkan memahami kawasan pegunungan kapur, berikut beberapa ilustrasi tentang bagaimana morfologi gunung kapur,” tukasnya. (Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *