Hal itu dikarenakan, agar mudah untuk dibongkar pasang. ” Kalau bambu di rakit susah untuk di angkat dan ketika sungai banjir akan hanyut. Maka warga hanya menyiapkan sebatang bambu untuk dipasang sebagai sarana perlintasan.
Mengingat sarana penyeberangan hanya menggunakan sebatang bambu, tentu sangat membahayakan keselamatan nyawa warga. Karena itu perlunya diupayakan pembangunan jembatan permanen, guna memperlancar dan demi keselamatan warga masyarakat. Mengingat sungai tersebut dalam dan sewaktu waktu bisa terjadi banjir besar,” jlentrehnya.
“Warga berharap, Pemkab Pacitan bisa membangun jembatan permanen atau paling tidak jembatan gantung. Karena lokasinya sangat curam, dan membahayakan keselamatan warga yang melintas,” pungkasnya. (Red/yun).
