Jelang Pilpres, Tribalisme Atau Politik Kesukuan Tengah Dilancarkan. Ini Pesan Ketua Projo Pacitan

Sebagai pentolan ormas yang punya kelinieran dengan PDI-P ini, John mengajak agar seluruh anak bangsa menghormati sebuah perbedaan. Sistem demokrasi di negara ini dibangun dengan lebih mengedepankan semangat Pancasila dan UUD 1945. Bukanlah politik yang dilandasi kesukuan atau identitas asal- usul .

“Mari bersatu, siapapun yang akan dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden, tentu mereka orang-orang pilihan dan satu bangsa yaitu bangsa Indonesia,” tegasnya.

Masih menurut John, sebaik apapun sistem yang meletakan partai politik sebagai pilar utama dalam konstitusi, tentu akan menguatkan posisi partai itu sendiri. “Tapi sebaik apapun belum tentu mampu mewadahi semua warga negara. Kita punya satuan-satuan sosial lama yang namanya kekerabatan, persahabatan, pertemanan dan sebagainya.

Itu lebih- lebih sulit sebagai sesuatu kekuatan dibanding partai satuan sosial yang sudah lama, dan satuan itu kuat kesukuan, marga- marga, Kejawen,
Dalianmatolo adat matriakat di Minang dan lain-lain. Realitas sosial, kelompok masyarakat lebih suka wadah yg lebih lentur dan tidak dokmatis,” pungkas John. (Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *