LABURA – LIPUTAN 68. COM – Pembangunan Pembangunan sarana Infrastruktur Jalan di Gunting Saga Teluk Binjai di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) semakin memanas dan menjadi pergunjingan ditengah masyarakat, Selasa (6/6/2023).
Pantauan awak media di sekitar lokasi Proyek tersebut melanggar regulasi Tahun Anggaran 2023 serta komentar dari beberapa masyarakat sekitar bahwa penggunaan material batu alam (Sirtu) sudah menyalahi petunjuk teknis. Salah seorang warga juga menyebutkan: ” Jika penggunaan sirtu tidak dibenarkan berarti pekerjaan proyek jalan selama ini dan yang sedang dikerjakan salah semua,kenyataannya tidak ada temuan,” katanya.
Dan saat dikonfirmasi Ahli di bidang pengerasan jalan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan : ” Bahwa Spesifikasi teknis proyek jalan tergantung owner proyek dia menggunakan material apa yang digunakan, dan untuk proyek yang berasal dari uang negara atau APBN biasanya ada petunjuk tehnisnya ” ucapnya.
Saat ditunjukkan gambar Spesifikasi teknis MDP 2017 sesuai Perpres No 15 Tahun 2023, pembuatan jalan permukaan lentur dengan pelebaran bahu jalan,baik modifikasi alternatif 1 dan 2 , dan dia juga mengatakan bahwa spesifikasi teknis ini menggunakan beberapa perhitungan yang salah satunya umur fondasi jalan 40 tahun, Proyek ini menggunakan lapisan penyokong material berkelas minimal kelas C atau S dan fondasi antara menggunakan kelas B Atau A. Sedangkan lapisan fondasi atas menggunakan kelas A serta lapisan penutup menggunakan lapisan AC-BC dan AC-WC.
Saat awak media menanyakan perbedaan batu alam (Sirtu) dengan tentang material kelas A,B,C atau S.
Dia menjawab : ‘ Perbedaan sirtu dengan material kelas A,B,C atau S (biasa disebut base course A,B,C,S) sangat jauh beda baik dari bentuk maupun harga.”Sirtu batu alam yang belum diolah dan banyak batu kasar diatas d=5 cm, jika diayak pada ayakan 5 cm tidak lolos semuanya ,ada batu besar yg tidak lolos ayak.Sementara base course A,B,C,S seluruhnya (100%) l diayak ayakan 5 cm
Dari sisi harga juga beda jauh ,untuk sirtu tidak diperhitungkan biaya produksi,cuma biaya Eksplorasi di tambah ongkos angkut, sedangkan base course A,B,C merupakan batu olahan di AMP sudah memperhitungkan biaya oah selain biaya angkut.
