Mengenal Tanah Ampo Di Pacitan, Baikah Untuk Lahan Pertanian?

Pacitan,Liputan 68.com- Kabupaten Pacitan, selama ini lebih dikenal sebagai kawasan yang mayoritas didapati lahan kering atau pegunungan kapur. Atau juga jamak disebut sebagai ampo atau tanah liat.

Menurut Ketua LSM FCC Bandung Edi Suseno, ampo merupakan tanah liat dan bahan tambang yang dalam bahasa ilmiahnya disebut bentonit.

“Secara alami tanah ampo (bentonite) sangat miskin akan kandungan humus bahan organik, tetapi memiliki kandungan mineral an organik cukup banyak. Oleh karena itu kurang cocok jika dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Tetapi baik untuk bahan genting, batu bata, dan bahan gerabah,” kata dia, Senin (2/10).

Mengapa demikian? Bandung menjelaskan, rendahnya kandungan bahan organik pada tanah ampo akan menciptakan karakter, diantaranya apabila dalam kondisi basah, tanah ampo menjadi sangat liat sehingga sulit ditembus oleh air dan perakaran tanaman.

Karena sangat liat/padat, tidak berpori pori maka kecil kemungkinan terjadinya sirkulasi udara. Oleh karena itu tanah bentonit bisa dijadikan pelapis dasar kolam tanah, pelapis pipa tambang minyak lepas pantai, dan campuran cat tembok. Namun apabila dalam kondisi kering, sangat kering sehingga daya hantar listrik (pertukaran ion) menjadi sangat kecil.

“Dengan demikian transformasi dan penyerapan unsur hara tanah oleh akar mengalami hambatan. Sebagai akibatnya kondisi tanaman nampak kurang subur (tanaman menjadi kerdil) dan produktifitas (tanaman musiman) sangat rendah,” jelasnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *