Liputan BERITA

LGBT Menjadi Trend Di Pacitan? Ini Penjelasan Kadinkes Daru Mustikoaji

Ditulis oleh Liputan68 pada 2 November 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Perilaku seks menyimpang atau lebih jamak dengan sebutan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender), sepertinya sudah mulai menjadi trend sebagian masyarakat di Kabupaten Pacitan.

Fenomena itu sempat terekam media ketika ada pasangan homo seksual yang tengah melakukan chek in disalah satu penginapan yang ada di Pacitan, Rabu (1/11). Tak hanya itu, praktik prostitusi online sekarang ini juga mulai menjamur. Hampir dibeberapa penginapan yang ada di kawasan kota, silih berganti kedatangan wanita penghibur.

Penelusuran media menyebutkan, mayoritas para penjaja cinta sesaat itu, datang dari berbagai kota. Ada yang dari Madiun, Ponorogo, Surakarta ada juga yang dari Surabaya.

Mereka membuka boking online (BO) di beberapa hotel kreot. Kisaran waktu tiga hingga lima hari. Setelah banyak mendapatkan lelaki pengguna jasa esek-esek yang diberikan, mereka lantas bergeser ke kota lain dan diganti pendatang lainnya.

Para lelaki hidung belang semakin mudah mengakses “boneka-boneka” penghibur tersebut dengan memanfaatkan sebuah aplikasi MIChat yang terbenam pada sebuah gadget berbasis undroid.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, Daru Mustikoaji mengatakan, sesuai peran dan tupoksi organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpinnya, Dinas Kesehatan berkewajiban melakukan upaya preventif, kuratif, dan promotif secara berimbang terkait semua program kesehatan Ibu dan anak, remaja, lansia maupun terkait program penyakit menular tidak menular.

“Terkait penyakit menular terutama HIV kepada semua kelompok masyarakat selalu di berikan edukasi untuk upaya pencegahan secara dini,” kata Daru, Kamis (2/11).

Sedangkan untuk skrining dilakukan kepada kelompok beresiko secara rutin. Kerjasama ini sudah berjalan bertahun -tahun. Sedangkan secara program juga dilakukan skrining wajib bagi ibu hamil.

“Saat ini di Kabupaten Pacitan telah terbentuk KDS ( kelompok dukungan sebaya) yang banyak membantu untuk pendampingan pasien-pasien HIV agar melakukan pengobatan rutin sesuai standar,” pungkasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian