Namun begitu, pandangan awal itu mungkin akan berbeda ketika ada figur lain yang siap head to head dengan jago petahana dari Demokrat. “Siapakah itu, masyarakat sudah tau, siapa kira-kira bakal calon bupati yang selama ini banyak di pergunjingkan.
Apabila fenomena ini benar berlangsung, peta politik dimungkinkan bakal berubah, sekalipun jago Demokrat masih berpeluang tinggi memenangi Pilbup,” jlentreh Heru tanpa tunjuk hidung, siapa bakal calon bupati lain yang punya chance sebagai rival berat Bupati Aji.
Ia pun sempat berwacana, seandainya masyarakat ingin perubahan dan memberi dukungan, Heru juga menyatakan kesiapannya untuk maju calon bupati dari jalur perseorangan. “Jika ada dukungan dari masyarakat saya siap maju calon, dari independen,” tegasnya.

Masih dikesempatan yang sama, pegiat LSM kawakan di Pacitan ini juga menegaskan bahwa fenomena Pilbup sejatinya belum menyasar ke akar rumput pedesaan.
Kasak-kusuk calon pun, juga baru sebatas di level tokoh. Baik di jajaran birokrasi maupun key person yang ada di wilayah perkotaan. “Untuk masyarakat akar rumput di pedesaan, sejauh ini masih jauh dari kata paham soal fenomena Pilbup.
Paling baru menjadi pembahasan di level tokoh atau simpul masyarakat,” terang dia. (Red/yun).
