Berbasiskan Dukungan Perseorangan, Pegiat LSM Kawakan Di Pacitan Siap Tanding Melawan Jago Dari Demokrat Di Pilbup 2024. Oww….Oww… Siapa Dia?
Pacitan,Liputan68.com- Aktualisasi keterpilihan calon Bupati Pacitan berbasis Partai Demokrat pada perhelatan Pilbup 2024, seakan sudah terpampang jelas di depan mata.
Sekalipun pesta demokrasi untuk memilih calon pemimpin di daerah itu, baru akan dilaksanakan di 27 November nanti.
Salah seorang pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Pacitan, Heru Suranto Adi mengakui, tidaklah mudah untuk mengalahkan jago yang akan diusung oleh Demokrat nantinya. “Siapapun jagonya yang diusung oleh Demokrat, merekalah yang punya chance kuat untuk memenangi Pilbup 2024,” kata Heru, Jum’at (1/3).
Dari berbagai pandangan masyarakat, sambung dia, siapapun calon yang akan diusung oleh partai berlambang Segita Mercy itu sulit terkalahkan.
Namun jika salah pilih figur, kekuatan tidak menutup kemungkinan bisa bergeser walaupun Kabupaten Pacitan sebagai sentra kekuatan dari partai yang kelahirannya dibidani Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
“Jago SBY, memang mempunyai peluang lebih besar dibanding dengan yang lain ,” tuturnya.
Namun begitu, pandangan awal itu mungkin akan berbeda ketika ada figur lain yang siap head to head dengan jago petahana dari Demokrat. “Siapakah itu, masyarakat sudah tau, siapa kira-kira bakal calon bupati yang selama ini banyak di pergunjingkan.
Apabila fenomena ini benar berlangsung, peta politik dimungkinkan bakal berubah, sekalipun jago Demokrat masih berpeluang tinggi memenangi Pilbup,” jlentreh Heru tanpa tunjuk hidung, siapa bakal calon bupati lain yang punya chance sebagai rival berat Bupati Aji.
Ia pun sempat berwacana, seandainya masyarakat ingin perubahan dan memberi dukungan, Heru juga menyatakan kesiapannya untuk maju calon bupati dari jalur perseorangan. “Jika ada dukungan dari masyarakat saya siap maju calon, dari independen,” tegasnya.

Masih dikesempatan yang sama, pegiat LSM kawakan di Pacitan ini juga menegaskan bahwa fenomena Pilbup sejatinya belum menyasar ke akar rumput pedesaan.
Kasak-kusuk calon pun, juga baru sebatas di level tokoh. Baik di jajaran birokrasi maupun key person yang ada di wilayah perkotaan. “Untuk masyarakat akar rumput di pedesaan, sejauh ini masih jauh dari kata paham soal fenomena Pilbup.
Paling baru menjadi pembahasan di level tokoh atau simpul masyarakat,” terang dia. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan