Pertemuan di NTT, ChildFund International Ajak Semua Pihak Selesaikan Masalah Anak di Indonesia

Selain itu anggota Komisi V DPRD NTT, Eman Kolfidus mengapresiasi pertemuan perlindungan anak Internasional yang digelar ChildFund.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas pertemuan Nasional dan Asean oleh ChildFund untuk berkolaborasi dalam mengatasi isu yang penting di NTT dan Indonesia tentang kekerasan dan perlindungan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbangda) Provinsi NTT, Alfonsius Theodorus dalam kesempataannya mengatakan, perlu usaha serius dalam mewujudkan program perlindungan anak

“Perlu asumsi-asumsi yang kuat untuk anak-anak di NTT yang lebih baik. Program perlindungan khusus anak harus menerapkan variabel yang efektif. Kualitas keluarga menuju kemakmuran bangsa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (Kemen-PPPA) Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Didiek menyebut ada 3 daerah di NTT penyumbang angka kekerasan tertinggi.

“Kalau melihat data sejak Januari sampai Mei, di NTT itu ada 136 korban anak, didominasi oleh Kota Kupang, Ngada dan Timor Tengah Selatan (TTS) tentunya kami berharap melalui pertemuan ini dapat mengidentifikasi masalah agar mendapatkan intervensi program yang efektif,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pertemuan ini menghadirkan perwakilan dari 6 Negara dan 8 Provinsi terpilih.

ChildFund International di Indonesia bersama mitra Yayasan Cita Masyarakat Madani (Yacita) menyelenggarakan Pertemuan Perlindungan Anak Nasional, yang juga bertepatan dengan Pertemuan Perlindungan Anak se-Asia. (Mario)***

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *