Pacitan,Liputan 68.com- Konstelasi politik bakal carut-marut seandainya duet Aji-Gagarin akan kembali berlangsung di Pilbup 2024.
Menurut pengamat politik di Pacitan, La Mema Parandy, wacana bersatunya lagi Indrata Nur Bayuaji bersama Gagarin dalam menatap perhelatan Pilbup serentak 2024, tidak akan berdampak positif bagi masyarakat.
Tak hanya itu, secara politis juga tidak berdampak signifikan bagi langkah Gagarin. “Aji pada posisi nggak nyaman. Bersatunya lagi dua pemimpin yang terkesan dipaksakan cenderung akan menciptakan suasana yang tidak harmonis.
Sebab saya tengarai kalau wacana ini benar terjadi, lebih didasarkan pada ego pribadi masing-masing yang ditunggangi ego pribadi politik nasional,” kata pria yang lebih populer dengan panggil Bang Amir ini saat bertandang ke posko media, Timur Pendopo, Kamis (16/5).
Masih kata Bang Amir, fakta politik di Pileg 14 Februari lalu, bahwa Golkar kehilangan dua kursi DPRD. Fenomena ini akan berdampak cukup luas dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada kedua pemimpin (Aji-Gagarin) akan lemah. “Ini ego sentris yang terkesan masih melekat, kalau Pacitan ini seakan-akan punya mereka. Tapi nggak ada dampak elektroral secara nasional,” ujarnya.
Baik Aji dan Gagarin, keduanya punya latar perjuangan politik yang cukup panjang hingga keduanya pernah duduk sebagai anggota dewan. “Akan tetapi tidak ada kesungguhan dari keduanya saat menjabat di eksekutif. Mereka belum bisa menjalankan tugasnya masing-masing,” kritik Bang Amir.
Di satu periode duet Aji-Gagarin, menurut Amir, di Pacitan sempat berlangsung blankspot atau delay kepemimpinan. Hal ini sangat jauh berbeda ketika Pacitan dipimpin oleh Bupati Indartato.
“Efek pembangunan ada ketika dipimpin Indartato.Setelah Pacitan dipimpin Aji-Gagarin tidak kelihatan, lantaran saat itu sempat berlangsung bencana non alam badai COVID-19 dan dampak badai elnino yang menyebabkan berlangsungnya anomali cuaca
Situasi Pacitan seperti ini. Secara internal harmonisasi kedua pemimpin tidak nampak adanya kekompakan.
Ketidak harmonisan ini kalau dipaksakan bagaimana bisa bekerja dengan kondisi tidak nyaman. Ini birokrasi yang berkaitan dengan aspirasi. Masyarakat akan jengah dan antipati.
Kalau memang ingin kembali bersama, ciptakan keharmonisan dan kelanggengan. Supaya Pacitan benar-benar bahagia dan sejahtera. Saya titip itu,” tegas Bang Amir.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat, Hadi Subowo berpendapat, akan sungguh repot dalam elektoral politik, seandainya Aji dan Gagarin dipisahkan.
Karena walaupun pasangan ini selama hampir 4 tahun tidak kelihatan mesra, namun Gagarin punya sikap lebih dewasa dan mewarnai dalam tatanan politik dan kebirokrasian.
