Pemprov NTT dan PRISMA Gelar Lokakarya Berbagi Pengelaman Sektor Babi Dihadiri Utusan dari Seluruh Indonesia

Sementata itu Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake yang diwakili oleh Linus Lusi selaku Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan mengatakan kegiatan ini adalah bentuk koordinasi dan kolaborasi yang positif.

“Sektor ini jika kita mengelola secara serius maka akan sangat dapat meningkatkan ekonomi kita,” ujar Linus.

Selain itu dia juga meminta Pemerintah Pusat untuk memberi perhatian serius terkait hal ini.

“Kita minta supaya pusat memberi perhatian serius sehingga upaya kita betul-betul maksimal, baik di NTT maupun di seluruh Indonesia,” tutur Linus.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada (kiri) sebagai peserta dalam Lokakarya Berbagi Pengelaman Pembelajaran Sektor Babi di NTT

Selain itu salah satu peserta dalam Lokakarya ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada mengapresiasi berlangsungnya kegiatan ini.

“Pertemuan ini sangat bagus sekali, karena dalam momen ini akan dipaparkan secara lengkap dari hulu sampai hilir terkait peternakan babi,” ucap dia.

Lebih lanjut I Wayan Sunada mengatakan ternak babi adalah salah satu sektor yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi terutama di Provinsi Bali.

“Dimana Bali kebutuhan babinya sangat tinggi dalam upacara agama maupun acara-acara adat sangat membutuhkan babi,” terang Wayan.

“Kita tahu bersama beberapa waktu lalu kita dilanda ASF, tetapi dengan kegiatan ini akan membahas khusus bagaimna cara meningkatkan populasi babi lewat cara modern, membudidayanya dan mengantisipasinya dari serangan virus,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada.

Wayan juga berharap agar pertemuan bertukar pikiran dan pengelaman ini bisa terus berlanjut dilaksanakan sehingga setiap perkembangan terus dievaluasi.*** (Mario Langun)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *