Liputan BERITA

Pemprov NTT dan PRISMA Gelar Lokakarya Berbagi Pengelaman Sektor Babi Dihadiri Utusan dari Seluruh Indonesia

Ditulis oleh Liputan68 pada 14 Juni 2024 ⏱️ 2 Menit Baca
Keterangan Pers Manager PRISMA Indonesia, Prajwal Shahi didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Linus Lusi serta Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP), Sophia Ratnawati (Mario Langun)

NTT, Liputan68.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama PRISMA (Promoting Rural Incomes Through Support For Markets in Agriculture) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Berbagi Pengelaman Pembelajaran Sektor Babi di NTT.

Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 14 Juni 2024 bertempat di Hotel Aston Kota Kupang.

BACA JUGAAHY : 9 Desember Harus Menjadi Milik Aji Dan Gagarin

Sebagimana diketahui peserta dalam Lokakarya ini yakni Pimpinan Dinas terkait serta Praktisi Peternakan dan Pertanian dari seluruh wilayah di Indonesia.

Hadir juga Perwakilan dari Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/BAPPENAS Republik Indonesia (RI), Perwakilan dari Pimpinan Direktorat Jenderal Kesehatan dan Peternakan Hewan Kementerian Pertanian RI serta Perwakilan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Kedutaan Besar Australia.

BACA JUGASekda Heru, Hentikan Kegiatan Car Free Day Di Alun-Alun Pacitan. Ini Alasannya

Manager PRISMA Indonesia, Prajwal Shahi menerangkan, kegiatan ini untuk bagiamana kita saling berbagi pengelaman dari hasil-hasil yang telah dicapai.

“Kita saling berbagi pengelaman dari apa yang telah kami buat untuk meningkatkan populasi babi dan menjaga babi dari serangan virus,” ucap Prajwal Shahi.

BACA JUGATiga ASN’nya Positif Coronavirus, Satu OPD Lingkup Pemkab Pacitan Sementara Waktu Diliburkan

Dijelaskan lebih lanjut, saat ini pihak PRISMA telah bekerja sama dengan Dinas Peternakan di Kabupaten/Kota di Indonesia serta pihak swasta Praktisi Peternakan.

“Jadi kita mau melihat bagaimana babi ini menjadi lebih baik kedepannya,” ucap Prajwal Shahi.

BACA JUGAAnjungan Nusantara Kuala Lumpur Bantu Produk UMKM Indonesia Berpameran di Malaysia

Manager PRISMA Indonesia juga mengatakan bahawa secara teknis pihaknnya membimbing Dinas terkait dan praktisi peternakan untuk menerapkan Inseminasi Buatan (IB) dalam meningkatkan populasi Babi.

“Dengan IB kita punya nilai tambahnya yaitu mengurangi penyebaran virus serta biayanya lebih murah berkisar dari 200 ribu sampai 500 ribu saja,” terangnya.

BACA JUGAKetua DPRD Sergai Respon Cepat Persoalan Lampu Jalinsum dari Mesjid Agung – Matapao

“Jadi yang saya harapkan adalah semua langkah-langkah dan praktik yang sudah kita lakukan ini bisa disebarluaskan ke peternak-peternak, sehingga kedepannya semakin meningkat lagi populasinya dan semakin kuat dari bahaya virus,” pungkasnya.

Sementata itu Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake yang diwakili oleh Linus Lusi selaku Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan mengatakan kegiatan ini adalah bentuk koordinasi dan kolaborasi yang positif.

BACA JUGABawaslu : Menjaga Netralitas, ASN Hati-Hati Untuk Like, Share & Comment

“Sektor ini jika kita mengelola secara serius maka akan sangat dapat meningkatkan ekonomi kita,” ujar Linus.

Selain itu dia juga meminta Pemerintah Pusat untuk memberi perhatian serius terkait hal ini.

BACA JUGAKapolda Kepri Pimpin Silaturahmi Kamtibmas Tahun 2023

“Kita minta supaya pusat memberi perhatian serius sehingga upaya kita betul-betul maksimal, baik di NTT maupun di seluruh Indonesia,” tutur Linus.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada (kiri) sebagai peserta dalam Lokakarya Berbagi Pengelaman Pembelajaran Sektor Babi di NTT

Selain itu salah satu peserta dalam Lokakarya ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada mengapresiasi berlangsungnya kegiatan ini.

BACA JUGACinta Aji-Gagarin, Pengusaha Optik Di Pacitan Berikan Kacamata Gratis Bagi Anak Yatim Yang Masih Bersekolah

“Pertemuan ini sangat bagus sekali, karena dalam momen ini akan dipaparkan secara lengkap dari hulu sampai hilir terkait peternakan babi,” ucap dia.

Lebih lanjut I Wayan Sunada mengatakan ternak babi adalah salah satu sektor yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi terutama di Provinsi Bali.

BACA JUGAGeram Dituding Terima Rp10 M Untuk Pencalonan, Gubernur Sulsel Sesumbar Polisikan Eks Kabiro

“Dimana Bali kebutuhan babinya sangat tinggi dalam upacara agama maupun acara-acara adat sangat membutuhkan babi,” terang Wayan.

“Kita tahu bersama beberapa waktu lalu kita dilanda ASF, tetapi dengan kegiatan ini akan membahas khusus bagaimna cara meningkatkan populasi babi lewat cara modern, membudidayanya dan mengantisipasinya dari serangan virus,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada.

BACA JUGARencana Simulasi Persiapan Belajar Mengajar Siswa-siswi di Sukabumi Dalam Menghadapi Era New Normal

Wayan juga berharap agar pertemuan bertukar pikiran dan pengelaman ini bisa terus berlanjut dilaksanakan sehingga setiap perkembangan terus dievaluasi.*** (Mario Langun)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian