Pemprov NTT dan PRISMA Gelar Lokakarya Berbagi Pengelaman Sektor Babi Dihadiri Utusan dari Seluruh Indonesia

NTT, Liputan68.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama PRISMA (Promoting Rural Incomes Through Support For Markets in Agriculture) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Berbagi Pengelaman Pembelajaran Sektor Babi di NTT.
Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 14 Juni 2024 bertempat di Hotel Aston Kota Kupang.
Sebagimana diketahui peserta dalam Lokakarya ini yakni Pimpinan Dinas terkait serta Praktisi Peternakan dan Pertanian dari seluruh wilayah di Indonesia.
Hadir juga Perwakilan dari Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/BAPPENAS Republik Indonesia (RI), Perwakilan dari Pimpinan Direktorat Jenderal Kesehatan dan Peternakan Hewan Kementerian Pertanian RI serta Perwakilan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Kedutaan Besar Australia.
Manager PRISMA Indonesia, Prajwal Shahi menerangkan, kegiatan ini untuk bagiamana kita saling berbagi pengelaman dari hasil-hasil yang telah dicapai.
“Kita saling berbagi pengelaman dari apa yang telah kami buat untuk meningkatkan populasi babi dan menjaga babi dari serangan virus,” ucap Prajwal Shahi.
Dijelaskan lebih lanjut, saat ini pihak PRISMA telah bekerja sama dengan Dinas Peternakan di Kabupaten/Kota di Indonesia serta pihak swasta Praktisi Peternakan.
“Jadi kita mau melihat bagaimana babi ini menjadi lebih baik kedepannya,” ucap Prajwal Shahi.
Manager PRISMA Indonesia juga mengatakan bahawa secara teknis pihaknnya membimbing Dinas terkait dan praktisi peternakan untuk menerapkan Inseminasi Buatan (IB) dalam meningkatkan populasi Babi.
“Dengan IB kita punya nilai tambahnya yaitu mengurangi penyebaran virus serta biayanya lebih murah berkisar dari 200 ribu sampai 500 ribu saja,” terangnya.
“Jadi yang saya harapkan adalah semua langkah-langkah dan praktik yang sudah kita lakukan ini bisa disebarluaskan ke peternak-peternak, sehingga kedepannya semakin meningkat lagi populasinya dan semakin kuat dari bahaya virus,” pungkasnya.
Sementata itu Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake yang diwakili oleh Linus Lusi selaku Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan mengatakan kegiatan ini adalah bentuk koordinasi dan kolaborasi yang positif.
“Sektor ini jika kita mengelola secara serius maka akan sangat dapat meningkatkan ekonomi kita,” ujar Linus.
Selain itu dia juga meminta Pemerintah Pusat untuk memberi perhatian serius terkait hal ini.
“Kita minta supaya pusat memberi perhatian serius sehingga upaya kita betul-betul maksimal, baik di NTT maupun di seluruh Indonesia,” tutur Linus.

Selain itu salah satu peserta dalam Lokakarya ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada mengapresiasi berlangsungnya kegiatan ini.
“Pertemuan ini sangat bagus sekali, karena dalam momen ini akan dipaparkan secara lengkap dari hulu sampai hilir terkait peternakan babi,” ucap dia.
Lebih lanjut I Wayan Sunada mengatakan ternak babi adalah salah satu sektor yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi terutama di Provinsi Bali.
“Dimana Bali kebutuhan babinya sangat tinggi dalam upacara agama maupun acara-acara adat sangat membutuhkan babi,” terang Wayan.
“Kita tahu bersama beberapa waktu lalu kita dilanda ASF, tetapi dengan kegiatan ini akan membahas khusus bagaimna cara meningkatkan populasi babi lewat cara modern, membudidayanya dan mengantisipasinya dari serangan virus,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada.
Wayan juga berharap agar pertemuan bertukar pikiran dan pengelaman ini bisa terus berlanjut dilaksanakan sehingga setiap perkembangan terus dievaluasi.*** (Mario Langun)

Tinggalkan Balasan