Vaksin COVID-19, Benarkah Bisa Membangun Kekebalan? Berikut Penjelasan IDI Pacitan Terkait Disease COVID-19 dan Influenza Serta Dampak Komplikasinya

Umumnya, gejala flu akan mereda dalam waktu kurang dari 1 minggu. Namun, gejala berupa batuk dan lemas kemungkinan dapat berlangsung lebih lama sampai beberapa minggu,” jlentrehnya.

Komplikasi flue aabila tidak ditangani dengan tepat atau jika terjadi kekambuhan atau perburukan dari influenza, maka influenza juga berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi

Seperti misalnya:

1. Infeksi telinga.

2. Serangan asma.

3. Pneumonia.

4. Gangguan jantung.

5. Bronkitis.

6. Meningitis.

7. Ensefalitis (radang otak).

8. Sepsis.

Masih dikesempatan yang sama, Johan juga menyampaikan bahwa diagnosis flue dapat dilakukan melalui anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui keluhan dan riwayat penyakit yang dialami oleh pasien.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi tanda -tanda flu serta yang muncul secara fisik.

“Jika diperlukan, pemeriksaan penunjang berupa tes laboratorium juga dapat dilakukan, terutama jika gejala flu telah berlang sung selama lebih dari 10 hari,” tegasnya.

Flu itu sendiri, adalah kondisi yang normalnya dapat mereda dengan sendirinya (self-limiting disease).

Namun, untuk mempercepat proses pemulihan dari flu, terdapat sejumlah perawatan mandiri yang bisa dilakukan di rumah, di antaranya adalah, perbanyak istirahat, mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, mencuci tangan secara rutin untuk menghindari penyebaran virus flu dari dan ke orang lain, menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin menggunakan tisu, lalu buang tisu tersebut ke tempat sampah, mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih kurang lebih 2 liter/hari serta mengonsumsi jus buah atau sup hangat untuk mencegah dehidrasi, dan mengonsumsi obat dekongestan sesuai anjuran dokter untuk membantu meredakan gejala hidung tersumbat.

Termasuk juga mengonsumsi obat penurun demam dan pereda nyeri, seperti misalnya parasetamol sesuai anjuran dokter untuk meredakan gejala demam dan nyeri otot.

Namun, ada beberapa jenis flu, seperti misalnya flu burung, yang dapat menimbulkan gejala yang tergolong berat sehingga tidak dapat ditangani secara mandiri.

Karena itu, segera kunjungi dokter apabila mengalami gejala flu yang tergolong berat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

Sebagai informasi lebih lanjut, apabila seseorang terkonfirmasi menderita flu burung, maka orang tersebut akan dirawat di ruang isolasi untuk meminimalkan risiko penyebaran virus.

Lalu, dokter akan menangani pasien flu burung dengan meresepkan obat antivirus, seperti zanamivir atau oseltamivir untuk mempercepat penyembuhan serta mencegah risiko komplikasi.

Gejala influenza juga memiliki kemiripan dengan COVID -19. Namun, perlu diketahui bahwa influenza biasanya tidak menimbulkan sesak napas seperti gejala COVID -19.

Terakhir, bagaimana cara mencegah flue? Johan mengatakan, sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan meminimalkan risiko terjadinya flu adalah sebagai berikut:

1. Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan di sekitar.

2. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer saat sebelum dan sesudah makan, setelah memegang fasilitas umum, dan setelah menggunakan toilet.

3. Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.

4. Tidak menggunakan barang pribadi dan alat makan bersama -sama.

5. Melakukan vaksinasi influenza secara rutin.

6. Menggunakan cairan disinfektan untuk membersihkan permukaan benda yang sering disentuh.Namun, jika sudah terserang flu, terdapat sejumlah hal yang perlu dilakukan untuk meminimalkan penularan virus ke orang lain, di antaranya:

A. Menggunakan masker saat ke luar rumah.

B. Menghindari kontak langsung dengan orang lain, paling tidak hingga 24 jam setelah demam turun.

C. Menutup hidung dan mulut menggunakan tisu bersih saat sedang batuk dan bersin. Lalu, buanglah tisu tersebut dan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer.(Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *