Bupati Aji Terjunkan Tim, Sambangi Anak Penderita Cerebral Palsy Di Kecamatan Kebonagung

Gejala cerebral palsy pada anak sangat beragam. Gejala yang timbul ini tergantung dari tingkat keparahannya. Umumnya, gejala cerebral palsy berkaitan dengan gangguan koordinasi, bicara, dan perkembangan.

Beberapa gangguan koordinasi yang menjadi gejala cerebral palsy adalah sebagai berikut:

Gerakan refleks berlebih, seperti tersentak-sentak, tremor, dan lain sebagainya, otot kaku dan kejang. Sindrom ataksia atau lemahnya koordinasi dan keseimbangan otot.

Gerakan condong dilakukan hanya pada satu sisi tubuh, seperti merangkak menggunakan satu kaki saja dan kaki lainnya akan diseret. Kesulitan berjalan, seperti jalan jongkok, jalan berjinjit, dan lain sebagainya.

Gangguan bicara dan makan yang merupakan gejala cerebral palsy adalah sebagai berikut:

Kesulitan atau keterlambatan untuk berbicara.
Kesulitan untuk mengunyah dan menelan.
Produksi air liur berlebihan. Gangguan perkembangan yang merupakan gejala dari cerebral palsy adalah sebagai berikut:

Terhambatnya pertumbuhan fisik. Hal ini akan mengakibatkan anak memiliki berat dan tinggi badan yang di bawah batas normal. Kesulitan memahami pelajaran, seperti mengeja huruf, melakukan perhitungan sederhana, dan lain sebagainya.

Beberapa gangguan lain yang merupakan gejala dari cerebral palsy adalah sebagai berikut:

-Kejang atau epilepsi.
-Gangguan pendengaran.
-Mata juling karena adanya gangguan pada otot mata.
-Gangguan jarak pandang.
-Gangguan pencernaan atau perkemihan, seperti sembelit (konstipasi) atau inkontinensia urine (tidak bisa menahan buang air kecil).
-Gangguan mental, seperti gangguan emosional dan perilaku.

Terkait penanganan Cerebral Palsy:
Anak yang mengidap penyakit cerebral palsy tidak bisa sembuh total dan kondisi tersebut akan berlangsung seumur hidup. Namun, ada beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pengidap cerebral palsy, yaitu:

Fisioterapi, yaitu latihan fisik untuk meningkatkan kemampuan otot serta perkembangan motorik anak. Terapi wicara, yaitu terapi untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak.

Terapi rekreasi, seperti olahraga ski atau menunggang kuda. Terapi ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan motorik serta melatih emosional anak.
Meresepkan obat-obatan tertentu, seperti baclofen untuk melemaskan otot mulut yang kaku dan injeksi botox untuk mengurangi air liur serta mengencangkan otot. (Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *