ICRAF Gelar Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan DAS Terpadu Benain dan Noelmina

NTT, Liputan68.com- International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF) Indonesia menggelar rapat konsultasi publik terkait rencana pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Benain dan Noelmina.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, pada Rabu, 2 Oktober 2024 ini dibuka langsung oleh Sekda NTT, Kosmas Lana.
Direktur ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan agar berbagai pihak dapat memberikan masukan atau saran terkait dokumen yang telah disusun oleh tim.
“ICRAF bekerja sama dengan Forum DAS NTT melakukan konsultasi publik dengan harapan para peserta yang hadir dapat memberikan masukan dan saran,” ucap Andree ketika diwawancarai media ini disela-sela acara.

Andree yang juga sebagai Koordinator Project Land Four Life itu menjelaskan, dokumen yang disusun ini meninjau dari Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu (RPDAST) sebelumnya.
“Jadi kita melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap RPDAST yang pernah dibuat sebelumnya, untuk dilihat tingkat kesuksesannya seperti apa dan apa yang harus diperbaiki untuk kedepannya,”
“Sehingga tim dari Forum DAS dan juga ICRAF melakukan pengecekan lapangan dan konsultasi dengan Pemerinah Kabupaten,” jelas Andree Ekadinata.
Andree juga menerangkan, dalam penyusunan dokumen ini didasari dengan tiga topik utama.
“Topik utamanya itu ada 3 yaitu yang pertama sosial ekonomi, fisik dan kelembagaan,” tuturnya.

Dia berharap dokumen ini nantinya akan menjadi rujukan dalam pembangunan.
“Kita ingin dokumen ini benar-benar jadi rujukan atau perencanaan pembangunan dan juga untuk kerja sama multi pihak karena pengelolaan DAS itu nggak bisa sendirian, harus berkolaborasi,” jelas Direktur ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata.
Sementara itu Ketua Tim Penyusun RPDAST Noelmina, Sherly S. Wila Huky berharap tahun ini dapat terlegitimasi.
“Saat ini kita bahas bersama untuk segera ditindak lanjuti, dimana RPDAST ini menjadi roadmap atau panduan,”
“Kami berharap untuk tahun ini bisa selesai dan dapat terlegitimasi RPDAST sehingga dia menjadi rujukan unutk dookumen-dokumen perencanaan pembangunan,” pungkas Sherly yang juga Kabid Pengendalian dan Perlindungan DLHK NTT itu.
Diketahui dalam konsultasi publik ini, turut hadir Kepala BPDAS Benain-Noelmina, Klodolfus Tuames, Ketua Forum DAS NTT, Ludji Michael Riwu Kaho, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan BEPPERIDA, Yohanes Paut, Ketua Tim Penyusunan RPDAST Benain, Welhelmus Mella, Ecological modeling scientists, Ni’matul Khasanah dan Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan BPDAS Benain Noelmina, Bayu Adrian Victorino. *** (Mario Langun)

Tinggalkan Balasan