Terkait bolam yang sering putus lantas mati, Akhwan menegaskan, karena perangkat APILL yang memang terbilang jadul. “Mestinya sudah memakai LED. Tapi bolam di APILL perempatan Al-Hijah masih menggunakan dop. Jadi wajar kalau sering putus,” tuturnya.
Sementara itu untuk APILL di lokasi lain, seperti perempatan Penceng, Bapangan, persimpangan menuju pabrik rokok MPS, serta perempatan Cuik, masih terbilang normal. Meski kadang juga ada trouble kecil.

Pekan kemarin, lanjut Akhwan, Dishub Provinsi Jatim juga sudah melakukan maintenance di APILL Bapangan. Selain menservice perangkat elektronik juga melakukan pengecatan.
Disinggung terkait rencana pemasangan APILL di kawasan Krabyakan, jalur lintas selatan (JLS), Akhwan mengatakan, berulang kali pihaknya bersama forum lalu-lintas mengusulkan ke kementerian.
Tahun lalu, lanjut dia, sudah ada persetujuan dan pengalokasian anggaran dari APBN. Akan tetapi karena ada kebijakan efisiensi anggaran, alokasi pengadaan APILL senilai Rp 500 juta tersebut, harus terefocusing.
“Tahun ini kita usulkan lagi. Selain perempatan JLS, juga di pertigaan JLS arah Desa Sirnoboyo. Ya harapan kita bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (Red/yun).
