“Saya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan kepada saya dalam mendampingi anak-anak dan juga melalui kegiatan PATBM dalam mendorong masyarakat Desa Apren untuk selalu melindungi anak-anak dari kekerasan.
“Pelayanan boleh berakhir tapi semangat melindungi anak-anak harus terus kita jaga,” imbuhnya.
Masyarakat Desa Apren juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Yekomina Nisnatom, warga yang sudah mengenal yayasan sejak tahun 2000, mengisahkan bagaimana bantuan sapi yang diberikan menjadi awal dari berbagai program yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Bantuan tersebut berkembang ke sektor kesehatan melalui posyandu, pendidikan anak usia dini (PAUD), sanitasi air bersih, hingga penyediaan meja dan kursi sekolah. Program sponsorship untuk anak-anak juga memberikan motivasi penting bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Perubahan nyata ini terlihat dari banyak anak yang kini berhasil menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi dan bahkan ada yang menjadi pengajar, sebuah bukti keberhasilan program dalam mengubah pola pikir dan masa depan warga desa.
Dalam kesempatan tersebut, Itha Kale, Partnership Portfolio Officer dari ChildFund International, menyampaikan bahwa lembaganya telah berkiprah di Indonesia sejak 1973 dan selama 25 tahun bekerja sama dengan Yayasan Cita Masyarakat Madani serta masyarakat Desa Apren.
“25 tahun bukan waktu yang pendek,” tuturnya.
“Kami melihat bukti perubahan nyata. Program posyandu, parenting, literasi keuangan, kewirausahaan, semuanya sudah tertanam. Kini saatnya masyarakat dan pemerintah desa melanjutkan,” ucapnya.
Itha menekankan bahwa perayaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kemandirian dan keberlanjutan program yang telah dirintis, terutama dalam bidang pengasuhan responsif, pendidikan kecakapan hidup, literasi keuangan, dan kewirausahaan keluarga.
Direktur Yayasan Cita Masyarakat Madani, Silvester Seno, menjelaskan bahwa pelayanan/pendampingan yang dilaksanakan sejak tahun 2000 dapat berjalan dengan baik karena kolaborasi yang dilakukan bersama semua pemangku kepentingan di desa tersebut.
“Memang sebuah perjalanan waktu yang sangat panjang. Namun telah banyak memberikan manfaat dan dampak bagi anak, keluarga dan masyarakat,” ujar Sil.
Silvester mengatakan, berbagai program/kegiatan dilakukan bersama Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten serta seluruh Stakeholder dan masyarakat di desa Apren hanya untuk tujuan yaitu mewujudkan kesejahteraan anak yakni anak sehat dan sekolah (2 S) sebagaimana slogan pelayanan CCF dan mitranya pada awal-awal pelayanan ditahun 2000an.
Dia menjelaskan, pada tahun 2009 CCF berubah nama menjadi ChildFund dan tetap bermitra dengan Yayasan Cita Madani dengan terus berkomitmen dalam pelayanan programnya untuk mewujudkan anak sehat dan terlindungi, anak terdidik dan percaya diri dan remaja yang terampil dan berpartisipasi serta keluarga yang senantiasa menjunjung tinggi hak-hak dan perlindungan anak.
Silvester menuturkan bahwa Cita Madani didukung ChildFund sudah melakukan beberapa tahapan dalam proses pengakhiran pelayanan diantaranya assesment dampak/ perubahan yang terjadi selama Cita Madani dan ChildFund melakukan pendampingan program di desa Apren.
Assesment ini menggunakan metode Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) bersama kelompok masyarakat, (kaum ibu, kaum bapa, anak perempuan, anak lelaki, pemuka/pemimpin), Pemerintah dan Stakeholder terkait.
Selain itu telah dilakukan pendaftaran (list) aset program/kegiatan (baik fisik maupun non fisik) yang dilakukan/didukung oleh Cita Madani dan ChildFund selama pendampingan. Dan juga melakukan wawancara mendalam dengan perwakilan anak, orang muda, orangtua, masyarakat dan Pemerintah sebagai tokoh inspiratif penggerak perubahanyang telah membawa perubahan dalam hidup mereka dan sesame yang didampingi.
Dan puncak dari tahapan pengakhiran pelayanan ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Cita Madani dan Pemerintah Desa dan penyerahan dokumen program sebagai rekomendasi dari Cita Madani kepada Pemerintah dan masyarakat desa untuk dapat dilanjutkan paskah pelayanan.
Beberapa program yang direkomendasikan adalah:
1. Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) yang bermutu dan inklusif
2. Pendampingan Pendidikan Kecakapan Hidup & Literasi Keuangan (PKHLK) bagi anak-anak
3. Pendampingan kepemimpinan anak-anak dan orang muda melalui kegiatan Forum Anak
4. Penguatan kesiapan kerja melalui kewirausahaan yang fokus pada orang muda
5. Penguatan gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)
Silvester menutup dengan sebuah refleksi. Tentang waktu tidak bisa diulang, karena dia tidak berjalan mundur. Dia berjalan ke depan. Yang bisa kita lakukan mengambil pembelajaran yang ada di dalamnya.
Pembelajaran bahwa kita pernah ada bersama dalam satu proyek kemanusiaan, menumbuhkan gagasan, ada bersama dalam diskusi, banyak dinamika dan yang terpenting tentang kebersamaan itu sendiri yang harus memberi nilai untuk kebaikan di masa ini dan masa datang.
Kita harus bersepakat bahwa “bersama untuk kesejahteraan anak-anak” harus tetap menjadi perjuangan kita bersama yang tidak boleh dibatasi waktu karena berakhirnya pelayanan. Yang ada adalah kita semua menjadi agen dalam mewujudkan dunia/lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
“Kami menyampaikan permohonan maaf mewakili lembaga atas segala kekurangan selama pendampingan dan menegaskan komitmen yayasan untuk tetap membangun komunikasi dengan Pemerintah Desa dan kecamatan untuk terus bekerja bersama mewujudkan pemenuhan hak-hak dan perlindungan anak di Desa Apren,” ucapnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk satu hati dan terus memberikan manfaat bagi anak-anak kita melalui pelayanan kita masing-masing.
“Kami mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama pelayanan kami. Tapi satu hal yang pasti adalah kami hadir dengan hati untuk melayani anak-anak. Mari kita tetap satu hati, untuk terus memberikan manfaat bagi anak-anak di desa kita.” pungkasnya.***
