Program ini memberikan kemudahan akses modal dengan syarat ringan dan proses yang lebih sederhana, sehingga cocok untuk usaha-usaha berskala kecil di desa maupun kawasan pesisir.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui berbagai program seperti LINK KITA dan kerja sama dengan Rumah BUMN Pacitan terus berupaya meningkatkan kapasitas UMKM dalam hal manajemen usaha, pemasaran digital, serta akses pasar yang lebih luas.
Kini, setelah suku bunga mulai turun pada pertengahan tahun menjadi 5,25% per Juli 2025, peluang bagi UMKM untuk kembali mengakses pembiayaan yang lebih ringan mulai terbuka. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengimbau agar pelaku UMKM bijak dalam penggunaan modal dan fokus pada keberlanjutan usaha.
“Ini adalah momentum untuk memperkuat fondasi bisnis, terutama melalui digitalisasi, pencatatan keuangan, dan peningkatan kualitas produk. Harapannya, UMKM Pacitan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan naik kelas,” tambah Ali Mustofa.
Pemerintah daerah optimistis bahwa dengan kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pendampingan berkelanjutan, UMKM di Pacitan akan mampu beradaptasi dan menjadi penggerak ekonomi lokal yang semakin kuat.(****).
