Dia menjelaskan, kekerasan dan kelenturan menyiratkan makna, bahwa meskipun akik sangat keras, namun dengan perlakuan yang lembut dan konsisten menggunakan gandor, hasilnya sangat luar biasa.
Selain itu juga konsistensi dan kesabaran. Proses pengerjaan akik Pacitan memerlukan kesabaran dan konsistensi untuk menghasilkan kualitas yang tinggi.
“Pengalaman serupa juga pernah ditemukan dalam kegiatan prakarya di sekolah. Seperti membuat kerajinan dari batok kelapa yang menggunakan klaras gedang (daun pisang kering) untuk menggosok dan menghasilkan permukaan yang bening dan tahan gores,” tutur Nur Sigit.(Red/yun).








