Proses Pembuatan Batu Akik Pacitan, Menyiratkan Makna Filosofi Mendalam. Berikut Penjelasan Singkat Mas Nur Sigit
Pacitan,Liputan 68.com- Akik Pacitan memiliki ciri khas tersendiri dalam proses pengerjaannya, yaitu menggunakan gandor (pucuk bambu muda yang mengering, Red) untuk menggosok batu akik.
Meskipun gandor terkesan lembut, namun hasilnya luar biasa dalam menghasilkan akik yang berkualitas.
Menurut salah seorang penggemar akik asli Pacitan, Nur Sigit Effendi, proses akhir pengerjaan batu akik dengan cara di sangling, untuk menggosok. Tujuannya untuk memberikan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi.
“Gandor itu adalah pucuk bambu muda yang mengering dan digunakan sebagai alat gosok, karena sifatnya yang empuk namun efektif dalam menghasilkan akik yang berkualitas,” ujar Nur Sigit yang juga mantan anggota DPRD tiga periode ini, Ahad (10/8/2025).
Menurut Nur Sigit yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Hanura Pacitan ini, ada makna filosofi di balik proses pengerjaan, batu akik.
Dia menjelaskan, kekerasan dan kelenturan menyiratkan makna, bahwa meskipun akik sangat keras, namun dengan perlakuan yang lembut dan konsisten menggunakan gandor, hasilnya sangat luar biasa.
Selain itu juga konsistensi dan kesabaran. Proses pengerjaan akik Pacitan memerlukan kesabaran dan konsistensi untuk menghasilkan kualitas yang tinggi.
“Pengalaman serupa juga pernah ditemukan dalam kegiatan prakarya di sekolah. Seperti membuat kerajinan dari batok kelapa yang menggunakan klaras gedang (daun pisang kering) untuk menggosok dan menghasilkan permukaan yang bening dan tahan gores,” tutur Nur Sigit.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan