Malam Tenang, Semangat Menyala di Chrysant Hotel: PS Malaka U-15 Siap Bertarung di Piala Menpora NTT 2025
NTT, Liputan68.com- Minggu malam, 24 Agustus 2025, suasana di Chrysant Hotel Kupang terasa penuh harapan.
Anak-anak muda PS Malaka U-15 baru saja menyelesaikan makan malam, sebagian masih bercanda ringan, sebagian lain serius menyiapkan perlengkapan.
Di balik senyum mereka, ada rasa antusias menunggu laga perdana di Turnamen Piala Menpora RI 2025 tingkat NTT.
Di tengah suasana itu, pelatih pendamping Ade Sjan Maikameng duduk tenang, menyampaikan hasil Technical Meeting (TM) yang baru saja digelar.
Dengan nada penuh keyakinan, ia mengumumkan kabar penting: PS Malaka resmi tergabung di Grup B, bersama BEESECKERS FC (Soe), serta dua wakil tangguh dari Nagekeo, Rambo FC, dan Rendu United.
“Pertandingan dimulai Selasa, 26 Agustus 2025. Formatnya dua kali 25 menit. Babak penyisihan berlangsung tiga hari, sementara semifinal dan final dilaksanakan dalam satu hari. Peraturan masih sama dengan Law Of The Game, hanya ada tambahan soal kiper yang maksimal memegang bola delapan detik,” ujar Ade.
Turnamen ini akan diikuti 15 tim dari berbagai kabupaten di NTT, yang artinya persaingan bakal ketat. Namun, semangat tim muda asal Malaka tak sedikit pun surut.
Di sisi lain, Direktur Olahraga PS Malaka, dr. Dionisius Christian Bria Seran, SpOG menegaskan kesiapan anak-anak asuhnya.
“Persiapan sudah maksimal. Kondisi fisik maupun mental mereka sangat siap. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh dengan fasilitas yang baik dan nyaman. Semua ini membuat anak-anak semakin percaya diri,” jelasnya.
Meski jadwal pertandingan resmi baru akan diumumkan pada Senin, 25 Agustus 2025, suasana di penginapan malam itu sudah seperti ruang tunggu sebelum pertempuran besar.
Wajah-wajah muda itu tak hanya menyimpan rasa penasaran tentang siapa lawan perdana mereka, tapi juga harapan besar untuk membawa nama Malaka berkibar di kancah sepak bola usia muda NTT.
Bagi PS Malaka U-15, turnamen ini bukan sekadar kompetisi. Ia adalah ruang pembuktian, tempat menyalakan mimpi, sekaligus jalan untuk mengharumkan nama daerah di panggung sepak bola.***

Tinggalkan Balasan