Lasiana Harus Dikelola Pemkot: Randy Daud Dorong Digitalisasi PAD dan Optimalisasi Wisata Kota Kupang

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kebocoran pendapatan serta meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

“Saya sering dorong agar sistem pajak dan retribusi menggunakan digitalisasi, supaya terhindar dari manipulasi data. Informasi yang saya dapat, kebocoran terbesar justru di retribusi pemotongan hewan di bawah Dinas Pertanian dan Peternakan. Jadi sistem digital sangat penting agar semuanya tertib dan transparan,” tegasnya.

Randy juga menyinggung sektor lain seperti pengelolaan PDAM Kota Kupang, yang menurutnya sangat strategis untuk mendukung visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam meningkatkan pelayanan publik.

Ia berharap Direktur baru PDAM mampu membawa perubahan nyata di lapangan.

“Kalau pelayanan air bisa diperbaiki, itu berarti visi misi kepala daerah juga akan tercapai. Jabatan direktur ini strategis, karena tanpa perbaikan di situ, program besar kota sulit diwujudkan,” tandasnya.

Menutup pernyataannya, Randi berharap agar berbagai upaya optimalisasi PAD, baik lewat sektor pariwisata, digitalisasi retribusi, maupun pembenahan BUMD, dapat membuat realisasi PAD Kota Kupang mendekati target 90 persen pada akhir tahun 2025.***

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *