Liputan DAERAH

7 Kepala Cabang Dinas Siap Gerakkan OSOP, Kadis Ambros Kodo: Sekolah Harus Punya Jiwa Entrepreneur untuk Bangun NTT

Ditulis oleh Liputan68 pada 15 Oktober 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

NTT, Liputan68.com- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambrosius Kodo, menegaskan pentingnya menumbuhkan jiwa entrepreneur di kalangan kepala sekolah agar sekolah-sekolah di NTT dapat mandiri dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Pernyataan ini disampaikan Ambros Kodo usai serah terima jabatan tujuh Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Aula Kantor Dinas Pendidikan NTT, Selasa (14/10/2025).

“Saya selalu mengingatkan agar kepala sekolah memiliki semangat entrepreneurship untuk mengelola potensi aset yang ada di sekolah sehingga bisa berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.

Menurut Ambrosius, sekolah harus mampu menjadi pusat inovasi ekonomi lokal melalui program unggulan One School One Product (OSOP), inisiatif yang mendorong setiap sekolah menghasilkan produk atau jasa bernilai ekonomi sesuai potensi daerah masing-masing.

“Program OSOP ini bisa berbentuk barang atau jasa. Misalnya sekolah yang punya banyak tanaman sereh, bisa kembangkan menjadi minyak sereh atau obat nyamuk alami. Intinya, potensi sekolah harus diolah menjadi nilai tambah,” jelasnya.

Kadis Ambros Kodo juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma atas terbentuknya tujuh cabang dinas pendidikan yang baru di berbagai kabupaten.

Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi besar untuk mendekatkan dan memudahkan pelayanan pendidikan kepada sekolah-sekolah di seluruh wilayah NTT.

“Kalau kepala dinas turun, satu bulan hanya bisa kunjungi satu dua sekolah. Tapi dengan adanya tujuh kepala cabang, pembinaan dan pengawasan bisa lebih dekat. Sekolah-sekolah bisa cepat mendapat respon atas masalah yang dihadapi,” ujarnya.

Selain mendekatkan pelayanan, kehadiran tujuh kepala cabang juga diharapkan mampu menguatkan pengawasan, pembinaan manajemen sekolah, dan memastikan tata kelola keuangan berjalan transparan.

Ambrosius menegaskan akan ada evaluasi berkala terhadap kinerja para kepala cabang, baik bulanan, triwulanan, maupun semesteran, untuk menjamin efektivitas kerja dan pencapaian target pembangunan pendidikan.

Lebih jauh, Ambrosius menekankan pentingnya kolaborasi dan solidaritas antara dinas provinsi dan cabang dinas kabupaten.

“Tugas para kepala cabang dan seluruh struktur di bawahnya adalah menjadi satu tim yang solid, kompak, dan berpihak kepada rakyat melalui sektor pendidikan. Kami punya tagline: Ayo Bangun NTT dari Sekolah!,” katanya penuh semangat.

Ia juga mendorong sekolah-sekolah agar tak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga pada pengelolaan aset yang bisa memberi nilai ekonomi berkelanjutan.

OSOP menjadi salah satu wadah strategis untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kita dorong terus pemasaran produk sekolah agar berkelanjutan. OSOP bukan sekadar program, tapi gerakan nyata agar sekolah mandiri dan mampu membangun NTT dari dalam,” tutur Ambrosius.

Untuk diketahui, 7 Kepala Cabang Dinas meliputi:

Wilayah 1: Kabupaten Kupang dan TTS; wilayah 2: TTU, Belu dan Malaka; wilayah 3: Alor; wilayah 4: Sikka, Flotim dan Lembata; Wilayah 5: Ende, Ngada, Nagekeo; Wilayah 6: Manggarai; wilayah 7: Sumba.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Ende, Ngada, dan Nagekeo, Abdurahman H.I. Rasyid, menyatakan siap menjalankan amanah tersebut.

“Kami siap membantu Bapak Kepala Dinas dalam memudahkan pelayanan dan mendukung penuh kebijakan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk pelaksanaan program OSOP di wilayah kami,” ujarnya.

Dengan semangat tujuh kepala cabang dinas baru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT berkomitmen menjadikan sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat kreativitas, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.***

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian