“Beras yang disalurkan untuk program SPHP tidak boleh asal-asalan. Bulog harus memastikan setiap butir beras yang sampai ke masyarakat memenuhi standar kualitas yang layak,” tegasnya, (16/10/2025).
Politisi Gerindra itu juga menekankan bahwa Bulog tidak hanya bertugas mendistribusikan beras dalam jumlah yang cukup, tetapi harus memastikan kualitas beras sebagai pondasi utama dalam menjaga stabilitas pangan di NTT.
Ia meminta Bulog bertindak cepat dan transparan dalam mengatasi persoalan ini.
Mateus Soares mengajak semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, untuk bersinergi memperbaiki sistem pengadaan dan distribusi beras.
“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat, termasuk ASN yang sejatinya menjadi bagian dari aparatur negara, menerima beras yang tidak layak. Ini adalah masalah serius yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Polemik kualitas beras ini menjadi panggilan keras bagi Bulog NTT agar segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh, agar kredibilitas lembaga serta kesejahteraan masyarakat dapat terjaga optimal.***
