Ketika Langit Biru Berbisik Lirih: Tafsir ASB tentang Hujan dan Doa bagi Pacitan

Pacitan,Liputan68.com-Hujan turun pelan di awal tahun, membasahi tanah, dedaunan, dan jalan-jalan kota. Ia datang tanpa gaduh, seolah membawa pesan yang hanya bisa dibaca oleh mereka yang bersedia diam dan mendengar.

Di antara rintik yang jatuh itu, Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi membaca isyarat tentang harapan dan keberkahan.

Bagi ASB—begitu ia akrab disapa—hujan bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah bahasa langit, tanda kasih Sang Pencipta kepada bumi yang setia menunggu.

Dalam olah batinnya, hujan awal tahun adalah pertanda bahwa kehidupan akan terus bergerak, tumbuh, dan menemukan keseimbangannya.

“Pertanian akan kembali bernafas lega, usaha rakyat tetap menyala, dan pembangunan berjalan dengan irama waktunya,” tuturnya lirih namun penuh makna, Jum’at (2/1/2026).

Air, bagi ASB, adalah rahmat yang menghidupi sekaligus kekuatan yang mengingatkan. Ia memberi minum pada tanah yang kering, tetapi juga mengajarkan manusia tentang batas.

“Air adalah rahmat Allah SWT, namun juga bagian dari kuasa-Nya. Ia bisa menenangkan, tetapi juga melebur ketika peringatan diabaikan,” ucapnya.

Pacitan pun terasa lebih teduh. Udara yang semula panas luruh menjadi sejuk. Alam seperti menurunkan nada suaranya, mengajak manusia untuk menenangkan pikiran dan meredam ego.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *