Dalam tafsir batin ASB, kesejukan itu adalah pesan paling jujur. “Hati yang dingin akan melahirkan keputusan yang jernih. Dari ketenangan itulah kebijaksanaan tumbuh,” katanya.
Hujan lalu menjadi cermin. Ia membersihkan debu, meluruhkan sisa panas, dan membuka ruang bagi harapan baru. Bagi ASB, dari rintik yang jatuh di awal tahun, Pacitan sedang diajak melangkah dengan kesadaran, keteduhan, dan doa.
Sebab ketika langit berbicara pelan, yang dibutuhkan manusia hanyalah hati yang mau mendengar.(Red/yun).
