Jogo Pacitan sebagai Benteng Sosial: Ratna Budiono Ajak Publik Rawat Kewaspadaan dan Kendalikan Narasi

Lebih jauh, Ratna menekankan bahwa kewaspadaan nasional di level daerah bukan hanya soal deteksi dini konflik, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengendalikan emosi kolektif dan energi sosialnya. Narasi yang dibangun di tengah masyarakat, menurutnya, sangat menentukan arah ketenangan atau justru kegaduhan.

Ia menilai Pacitan memiliki modal sosial yang kuat, kultur guyub, kearifan lokal, serta tradisi saling menghormati. Modal ini harus terus dirawat dengan cara menahan diri dari sikap menghakimi, memperbanyak empati, dan mengedepankan doa serta dukungan moral, ketimbang cemoohan atau sensasi.

Sejalan dengan semangat “Jogo Pacitan”, Ratna berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga dapat terus diperkuat. Dengan demikian, Pacitan tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga sehat secara sosial dan psikologis.

“Menjaga Pacitan berarti menjaga cara kita berpikir, berbicara, dan bersikap,” tegasnya.

Melalui pendekatan yang humanis dan berimbang, Bakesbangpol Pacitan optimistis daerah berjuluk Kota 1.000 Goa itu tetap menjadi ruang yang teduh, bermartabat, dan tahan terhadap berbagai gejolak di tengah dinamika nasional yang terus bergerak.(Red/yun) 

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *