NTT, Liputan68.com– Menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Hari Raya Nyepi, Idul Fitri 1447 Hijriah, dan Paskah, perhatian terhadap ketersediaan pangan kembali menguat.
Untuk memastikan kondisi di lapangan tetap aman, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, melakukan inspeksi langsung ke gudang Perum Bulog Nusa Tenggara Timur (NTT) di kawasan Alak, Kota Kupang.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap ketersediaan beras dan minyak goreng menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional.
“Inspeksi ini kita lakukan untuk memastikan langsung stok pangan di gudang Bulog, khususnya beras dan minyak goreng menjelang Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah,” ujar Usman, (16/3/2026).
Dari hasil peninjauan di gudang Bulog, Usman melihat bahwa stok beras yang tersimpan saat ini mencapai sekitar 8.000 ton.
Menurutnya, jumlah tersebut cukup memberi rasa aman bagi masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Saya selalu mendukung Bulog agar jangan sampai gudang di tingkat provinsi kosong. Setelah melihat stok sekarang, saya yakin persediaan ini sangat cukup. Beras dan minyak goreng aman untuk tiga sampai empat bulan ke depan,” katanya.
Meski stok dinilai mencukupi, Usman menekankan pentingnya menjaga kesinambungan suplai agar distribusi pangan tetap stabil.
“Yang paling penting suplai harus terus masuk, tidak boleh terputus. Kalau suplai berjalan baik, masyarakat juga akan merasa tenang,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Usman juga mendorong agar program pasar murah Bulog tidak hanya difokuskan di pusat kota, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman.
Ia mencontohkan daerah di pedalaman Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, serta wilayah Belu dan Malaka yang menurutnya masih membutuhkan akses pangan dengan harga terjangkau.
“Saya berharap Bulog bisa menggelar pasar murah juga di pedalaman. Jangan hanya di pusat kota saja. Di daerah-daerah itu juga masih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Usman, kehadiran negara dalam urusan pangan harus dirasakan merata oleh seluruh masyarakat.
“Kalau stok kita kuat dan distribusinya menjangkau hingga ke desa-desa, maka masyarakat bisa menyambut hari besar keagamaan dengan lebih tenang,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Bulog Kanwil NTT, Ramaijon Purba didampingi Kepala Gudang Bulog Alak, Yogi Kore, menjelaskan bahwa secara keseluruhan stok pangan di wilayah NTT dalam kondisi sangat aman.
Ia menyebutkan bahwa stok beras yang sudah tersimpan di gudang Bulog se-Kanwil NTT saat ini mencapai lebih dari 17 ribu ton. Selain itu, masih ada sekitar 7 ribu ton beras yang sedang dalam perjalanan menuju NTT.
“Artinya total stok beras yang akan tersedia di Bulog NTT mencapai sekitar 24 ribu ton,” jelas Ramaijon.
Menurutnya, dari gudang Bulog rata-rata 100 ton beras didistribusikan setiap hari melalui program SPHP untuk memenuhi kebutuhan pasar, terutama di Kota Kupang.
“Jika 100 ton per hari dengan asumsi distribusi 25 hari dalam sebulan, berarti sekitar 2.500 ton per bulan. Dengan stok sekitar 8.000 ton di gudang ini, maka untuk tiga bulan ke depan sangat cukup,” katanya.
Untuk komoditas minyak goreng komersial, Bulog juga telah mengajukan pengadaan kepada pemasok dengan total permintaan lebih dari 2,8 juta liter.
“Hingga kemarin yang sudah masuk ke gudang sekitar 1,1 juta liter. Dari jumlah itu sekitar 200 ribu liter sudah kita distribusikan ke pengecer, sehingga stok yang masih tersedia di gudang sekitar 700 ribu liter,” jelasnya.
Di hadapan Usman Husin, Ramaijon memastikan bahwa stok beras dan minyak goreng tetap aman.
“Kami pastikan beras dan minyak goreng aman untuk tiga sampai empat bulan ke depan,” tegasnya.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog juga menargetkan peningkatan serapan beras dari petani lokal pada tahun ini. Jika tahun lalu serapan mencapai sekitar 6 ribu ton, maka tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 7 ribu ton.
Terkait dorongan agar pasar murah menjangkau wilayah pedalaman, Ramaijon menyatakan Bulog siap melaksanakannya.
“Kalau ingin lebih masuk ke pelosok tentu bisa. Yang penting ada permintaan dari pemerintah daerah, dan kami siap mendukung,” ujarnya.
Bagi Usman Husin, sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan berbagai pihak menjadi kunci agar ketahanan pangan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok.
“Yang kita jaga bukan hanya stok di gudang, tetapi juga ketenangan masyarakat. Selama pangan tersedia dan distribusi berjalan baik, masyarakat bisa menyambut hari-hari besar keagamaan dengan lebih tenang,” pungkas Usman.***
