Liputan BERITA

1 Muharam 1448 H: Momentum Hijrah, Introspeksi, dan Menata Masa Depan yang Lebih Baik

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 11 Juni 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum yang sarat makna bagi umat Islam di seluruh dunia. Tidak sekadar pergantian angka dalam penanggalan Hijriah, malam 1 Muharam mengandung pesan spiritual yang mendalam tentang hijrah, pembaruan diri, serta tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Pacitan, KH Mahmud, memandang malam pergantian tahun Islam sebagai waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Menurutnya, setiap pergantian tahun hendaknya menjadi kesempatan bagi setiap insan untuk menilai perjalanan hidup yang telah dilalui sekaligus menyusun langkah yang lebih baik pada masa mendatang.

“Pergantian Tahun Baru Islam bukan hanya perayaan seremonial. Di dalamnya terdapat pesan hijrah, yaitu berpindah dari keadaan yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun pengabdian kepada masyarakat dan bangsa,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

KH Mahmud menjelaskan bahwa penanggalan Hijriah berawal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa tersebut bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan tonggak perubahan peradaban yang melahirkan masyarakat yang lebih berkeadaban, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Karena itu, menurutnya, semangat hijrah harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi aparatur pemerintahan, hijrah dapat diwujudkan melalui peningkatan integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat. Sementara bagi masyarakat secara umum, hijrah dapat dimaknai sebagai upaya memperbaiki akhlak, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas ibadah.

“Malam 1 Muharam adalah saat yang tepat untuk merenungkan apa yang telah kita lakukan selama setahun terakhir. Apa yang kurang harus diperbaiki, dan apa yang sudah baik perlu ditingkatkan. Dengan demikian, tahun baru Islam benar-benar menjadi awal perjalanan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan bermanfaat,” katanya.

Dalam tradisi Islam, bulan Muharam merupakan salah satu dari empat bulan mulia yang dimuliakan Allah SWT. Bulan ini memiliki kedudukan istimewa karena disebut sebagai Syahrullah atau “bulan Allah”, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat.

Keistimewaan 1 Muharam antara lain:

Menandai awal Tahun Baru Islam, yang menjadi momentum evaluasi dan perencanaan kehidupan yang lebih baik.

Termasuk dalam bulan haram (bulan mulia) yang memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam.

Momentum meneladani hijrah Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan semangat perubahan, pengorbanan, dan perjuangan.

Waktu yang baik untuk memperbanyak amal saleh, ibadah, sedekah, dan memperkuat hubungan sosial.

Menjadi pengingat perjalanan waktu, bahwa usia manusia terus bertambah dan harus diisi dengan amal yang bernilai.

Menutup pandangannya, KH Mahmud berharap pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat Pacitan untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kehidupan yang lebih harmonis dan penuh keberkahan.

“Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi awal yang baik bagi kita semua. Mari menjadikan semangat hijrah sebagai inspirasi untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan pengabdian, dan menebarkan manfaat bagi sesama,” pungkasnya.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian