Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Diplomasi Raja Inggris Dengan Sultan Aceh Sejak Tahun 1615

Oleh: Dr Ichwan Azhari 

(Sejarawan Tinggal di Medan)

Bukan bahasa Inggris dan bukan pula bahasa Aceh yang dipakai manakala berlangsung diplomasi dua kepala negara superpower pada zamannya: Inggris di bawah Raja James I dan Aceh Era Sultan Iskandar Muda. Kedua kepala negara ini membincangkan perdagangan, Raja James I minta kapal kapal Inggris dibolehkan berdagang di Tiku dan Pariaman.

Sultan Aceh tidak mengijinkan dan bilang, di sini saja kalau berdagang, di Aceh ini. Aceh tidak jamin keselamatan kapal kapal bruder Inggrisnya kalau berdagang di tempat yang jauh dari Aceh. Surat penolakan Sultan Aceh atas permohonan Raja James 1 ini ditulis dalam bahasa Melayu beraksara Jawi (Arab Melayu), dalam surat Agung yang berhias sangat indah dan ditaburi emas. Bahasa Melayu menjadi bahasa Agung bagi sultan Aceh, sultan besar di nusantara.

Dalam surat ini Sultan Aceh menegaskan kebesaran wilayah nya meliputi jajahan nya di “negara negara penting” masa itu seperti Pedir, Pasai, Perlak, Besitang, Tamiang, Deli, Asahan, Barus sampai Pariaman. (Batak, Serdang, Langkat tidak disebut, tiga entitas ini tahun 1615 belum ada atau dianggap tidak penting untuk disebut Sultan Aceh).

Jadi jauh sejak abad 16 bahasa Melayu lah (dan malah bukan bahasa Aceh) yang menjadi bahasa “kenegaraan” di Aceh. Kenapa ini bisa terjadi? Silahkan tafsir sendiri.

Nampak sesuatu yang dahsyat pula , bahasa Melayu sudah dipelajari dan digunakan Raja Inggris dalam surat surat resmi kerajaan. Begitu pentingnya bahasa Melayu bagi penguasa dan pengusaha Inggris sehingga mereka perlu membuat kamus bahasa Inggris Melayu dan Melayu Inggris tahun 1701 (Thomas Bowrey, A dictionary English and Malayo, Malayo and English (London, 1701).

Dalam kamus ini disertakan peta sebaran bahasa Melayu dengan judul huruf kapital A MAP OF THE COUNTRY WHEREIN THE MALAYO LANGUAGE IS SPOKEN. Dalam peta yang saya sertakan ini nampak bahasa Melayu dipakai mulai dari Pattani sampai New Guinea, meliputi wilayah negara moderen sekarang yakni Selatan Thailand , Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, Timor Leste, Papua Nieugini dan tentu saja terbesar di wilayah Indonesia.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *