Gestur Sekda Maulana Heru Saat Sambut SBY Picu Spekulasi. Tokoh Pemuda Sebut Sebagai Bacawabup Pilihan SBY?

Pacitan,Liputan 68.com-Kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro dalam acara penyambutan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Ahad (1/2/2026), memantik beragam tafsir di tengah masyarakat.

Perhatian publik tertuju pada momen singkat saat Sekda Heru bersalaman dengan SBY. Gestur yang dinilai hangat dan penuh respek tersebut kemudian memunculkan spekulasi politik, terutama dikaitkan dengan dinamika kepemimpinan daerah menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pacitan 2029 mendatang.

Tokoh pemuda Pacitan, Ki Gondo Mono, menilai bahwa interaksi tersebut bisa saja dimaknai sebagai sinyal awal komunikasi politik. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan Sekda Heru dipandang sebagai figur potensial untuk mendampingi calon bupati di masa depan.

“Gestur itu wajar secara etika kenegaraan, tetapi di sisi lain masyarakat juga membaca simbol. Bisa saja dimaknai sebagai kecocokan personal, namun tentu semua masih sebatas spekulasi,” ujar Gondo Mono, Senin (2/2/2026).

Lebih lanjut, Gondo Mono menilai apabila Sekda Heru memang kelak terjun ke dunia politik, rekam jejak birokrasi yang dimilikinya menjadi modal penting. Selama menjabat Sekda, Heru dikenal berpengalaman mendampingi dua periode kepemimpinan daerah, mulai era Bupati Indartato hingga Bupati Indrata.

“Beliau dikenal sebagai figur birokrat yang menjaga stabilitas, loyal pada sistem, dan berintegritas. Dalam konteks demokrasi lokal, pengalaman seperti ini patut diapresiasi,” tambahnya.

Namun demikian, pengamat dan tokoh masyarakat mengingatkan agar publik tetap bersikap dewasa dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Gestur dalam forum kenegaraan dinilai sebagai hal yang wajar dan tidak serta-merta dapat ditarik ke ranah politik praktis.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *