NTT, Liputan68.com- Kasus keracunan yang diduga akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengguncang Kabupaten Ngada.
Setelah insiden pada 26 November 2025 yang sempat memicu sorotan publik, peristiwa serupa kembali terjadi di Kecamatan Inerie, Selasa sore, 3 Maret 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, puluhan anak mendadak mengalami muntah-muntah dan lemas usai menyantap menu MBG. Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Inerie untuk mendapatkan penanganan medis.
Data sementara menyebutkan jumlah korban mendekati 50 anak, bahkan ada yang mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi menu telur dan tahu dengan balado tomat.
Dapur MBG Waebela, Kecamatan Inerie, kini menjadi sorotan karena diduga menjadi sumber makanan yang dikonsumsi para korban.
Insiden berulang ini menimbulkan pertanyaan serius: mengapa kasus serupa kembali terjadi setelah kejadian November lalu? Apakah evaluasi dan pengawasan sudah benar-benar dilakukan?
Ketua DPRD Ngada: “Saya Bergerak ke Dapur, Ini Tidak Boleh Terulang”
