Filmon Loasana Dorong KOLEGA Jadi Sentra Lele Baru di Kota Kupang
NTT, Liputan68.com- Gagasan kecil dari pekarangan rumah kini mulai menunjukkan hasil nyata. Selasa, 3 Maret 2026, LPM Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, menggelar panen perdana program Kolam Lele Keluarga (KOLEGA) yang digagas bersama DPD PSI Kota Kupang.
Di depan Gerai Simpan Pinjam Koperasi Kelurahan Merah Putih Tuak Daun Merah, panen simbolis 250 ekor lele menjadi penanda bahwa usaha warga mulai bergerak menuju kemandirian.
Kegiatan diawali doa dari tokoh agama Islam, menghadirkan nuansa syukur sekaligus harapan baru bagi ekonomi masyarakat setempat.
Momentum ini turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang Ejbends Doeka mewakili Wali Kota Kupang, Perwakilan Dinas Koperasi, Plt Camat Oebobo, Lurah TDM beserta jajaran, Ketua Koperasi, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD NTT, Filmon Loasana, yang juga Ketua PSI Kota Kupang, di hadapan warga, Filmon menegaskan bahwa KOLEGA bukan sekadar program bantuan, melainkan gerakan ekonomi rakyat yang harus bertumbuh dan terpusat.
“Kita puji dan syukur hari ini bisa panen bersama. KOLEGA ini kita bentuk bersama, dan saya lihat potensi kecil seperti ini kalau dikembangkan serius pasti bisa besar,” ujar Filmon.
Sebagai bentuk komitmen, PSI Kota Kupang memberikan 1.000 ekor benih lele yang mulai dibudidayakan sejak 2 Desember 2025. Dikelola oleh 10 warga di 7 RT dengan sistem kolam terpal berbasis rumah tangga, budidaya ini berjalan selama tiga bulan dengan pendampingan LPM TDM serta dukungan pakan dari LPM dan Koperasi Merah Putih.
Hasilnya cukup menggembirakan. Dari 1.000 ekor benih, sebanyak 733 ekor berhasil dipanen. Jika dikonversi dengan hitungan pasar enam ekor per kilogram, total produksi mencapai sekitar 120 kilogram.
Filmon bahkan menyampaikan rencana menjadikan lokasi tersebut sebagai sentra lele terpusat di wilayah Oebobo, sebagaimana model yang telah berjalan di Bakunase.
“Nanti kita bikin satu tempat terpusat. Orang mau cari ikan, mau beli ikan, ada di sekitar kita. Roda ekonomi Kota Kupang harus jalan. Hidup harus bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan pesan Wali Kota Kupang agar masyarakat benar-benar memanfaatkan peluang ini sebagai usaha produktif yang berkelanjutan.
Ketua LPM TDM, Dicky Atupah, menambahkan bahwa program KOLEGA dirancang untuk mendukung agenda nasional ketahanan pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Selain sebagai sumber protein hewani terjangkau, program ini diharapkan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga dan membantu penanganan stunting.
“Kami ingin membuktikan bahwa kelurahan bisa mandiri dari bawah. Ini langkah awal menuju pusat produksi pangan berbasis potensi lokal,” jelas Dicky.
Program ini diawali dengan 10 kolam terpal ramah lingkungan yang tersebar di pekarangan warga dan satu kelompok di PAUD IDOLA MIZP TDM. Ke depan, LPM TDM dan KKMP akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam penyediaan benih, pelatihan sistem terpal maupun bioflok, hingga akses pemasaran agar usaha ini terus berkembang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Ejbends Doeka, mengapresiasi tingkat keberhasilan budidaya yang dinilai cukup baik untuk tahap awal, dengan angka kematian tidak sampai 30 persen.
“Kemajuan daerah dimulai dari partisipasi masyarakat. Kelompok ini pantas diteladani. Sejalan dengan kebijakan provinsi satu kelurahan satu produk, lele bisa menjadi identitas TDM,” ujarnya.
Panen perdana ini bukan sekadar hitungan 1.000 benih dan 733 ekor hasil. Lebih dari itu, KOLEGA menjadi simbol bahwa ketika ide, dukungan politik, dan semangat warga bertemu, pekarangan rumah pun bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Kupang.***

Tinggalkan Balasan