Bakesbangpol Pacitan Ajak Warga Bijak Gunakan Pertalite, Utamakan Kebutuhan dan Solidaritas Sosial

"Penggunaan BBM subsidi perlu dilakukan secara tepat sasaran dan mengedepankan kebutuhan yang benar-benar penting"

Pacitan, Liputan 68.com- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pacitan, Turmudi, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan sekaligus upaya menjaga pemerataan akses energi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Turmudi, penggunaan BBM subsidi perlu dilakukan secara tepat sasaran dan mengedepankan kebutuhan yang benar-benar penting. Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, masyarakat diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan untuk aktivitas yang tidak mendesak demi menghemat konsumsi bahan bakar.

“Manfaatkan BBM sebaik mungkin. Jangan digunakan untuk perjalanan yang tidak perlu. Kita juga harus melihat kondisi saudara-saudara kita yang tinggal di pedesaan dan jauh dari SPBU. Mereka sering kali tidak memiliki banyak pilihan selain membeli BBM eceran jenis Pertamax dengan harga yang jauh lebih mahal,” ujar Turmudi, Jumat (12/6/2026).

Mantan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Pacitan itu menuturkan, saat ini keberadaan Pertalite eceran di sejumlah warung pinggir jalan semakin sulit ditemukan. Akibatnya, masyarakat yang berada di wilayah terpencil terpaksa membeli Pertamax eceran dengan harga yang bisa mencapai sekitar Rp18 ribu per liter.

Kondisi tersebut, lanjut Turmudi, perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Ia menilai, sikap saling memahami dan kesadaran untuk menggunakan BBM sesuai kemampuan ekonomi masing-masing dapat membantu menciptakan rasa keadilan serta menjaga stabilitas sosial.

“Bagi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih, sebaiknya menggunakan Pertamax. Sementara masyarakat dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan dapat memperoleh kesempatan untuk menggunakan Pertalite. Namun semuanya harus dilakukan secara bijak agar tercipta pemerataan,” tegasnya.

Turmudi berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa energi bersubsidi merupakan hak masyarakat yang membutuhkan. Dengan penggunaan yang lebih bertanggung jawab, distribusi BBM dapat berlangsung lebih merata sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan, terutama warga di daerah pelosok yang akses terhadap sumber energi masih terbatas.(Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *