Pacitan,Liputan 68.com- Gelombang pembelian BBM jenis Pertalite masih terlihat di sejumlah SPBU di Kabupaten Pacitan setelah pemerintah resmi mengumumkan penyesuaian harga Pertamax RON 92 dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026 lalu.
Kenaikan harga tersebut memicu meningkatnya permintaan Pertalite yang hingga kini masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter. Sejak pengumuman disampaikan, sejumlah SPBU di Pacitan dipadati masyarakat yang berupaya mendapatkan BBM bersubsidi tersebut. Bahkan, kondisi serupa masih terpantau hingga Jumat (12/6/2026).
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, mengimbau masyarakat agar tidak terbawa kepanikan dan menghindari aksi pembelian berlebihan atau panic buying.
Menurutnya, pemerintah bersama Pertamina terus berupaya menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan Pertalite hingga ke daerah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan pasokan.
“Tidak perlu panik. Belilah secukupnya sesuai kebutuhan untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” ujar Maulana Heru saat ditemui di ruang kerjanya.
Sekda menegaskan bahwa ketenangan dan sikap bijak masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kondisi tetap kondusif di tengah perubahan harga BBM. Ia mengajak warga untuk melihat persoalan ini dengan perspektif yang lebih luas, yakni menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kepentingan bersama.
Senada dengan Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja, Acep Suherman, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Turmudi, Maulana Heru mengingatkan pentingnya penggunaan BBM yang tepat sasaran.

