Mahasiswa Belajar dari Rumah, Rintis Gerakan Bersama Penanggulangan Covid-19

Sedikitnya 200 helai masker kain yang mereka jahit sendiri, habis dibagikan pada Simpang Rambutan, sebagai persimpangan 2 desa ini. “Saya berterima kasih banyak, sudah dikasi masker gratis. Sebetulnya, agak malu juga. Soalnya yang lebih peduli justru anak muda. Hahaha…” ungkap Misno warga dusun Blog 9 desa Pangkalan Lunang.

Berupaya menyempurnakan program kegiatan agar sosialisasi kepada masyarakat lebih maksimal, kedua mahasiswa ini melanjutkan baktinya dengan membuat cairan sabun cuci tangan sendiri dari bahan alami yang tersedia di desa, yakni jeruk nipis, sabun, garam serta pewarna, lalu membagikannya pada masyarakat dari 3 desa.

“Cairan ini sagat baik untuk menjaga kesehatan terutama menjaga kebersihan tangan agar tidak terkontaminasi virus atau kuman yang berada disekitar kita.” Kata Ridwan yang bersama Mayar juga menjadi relawan dan menjaga Posko Covid19 pada jalan pintu masuk utama ke kecamatan Kualuh Leidong bersama aparatur desa, kecatan dan tenaga kesehatan.

Apresiasi yang sangat tinggi datang dari Romi Asmara M.Hum, dosen pembimbing kedua mahasiswa ini, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat telepon selulernya menyatakan, “penyemprotan cairan disinfektan sangat baik dilaksanakan oleh mahasiswa kami di sana, agar masyarakat yang sholat di masjid dalam keadaan tenang dan khusyuk dalam menjalankan ibadah serta tidak khawatir tentang penularan covid19”.

“Selain untuk menjaga kebersihan tangan, tujuan kegiatan pembuatan sabun cair cuci tangan alami ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran bagi ibu rumah tangga. Bahkan bisa menambah penghasilan jika ingin dikembangkan”, tambah Romi.

“Saya sangat berharap agar semua mahasiswa yang sedang belajar dari rumah mau menjadi relawan covid19 di desanya masing-masing. Agar pemutusan penyebaran pandemi covid19 segera terjadi dan bencana pandemi covid19 segera berhenti! Kerja-kerja kerelawanan seperti ini sangat membantu Pemerintahan Desa dalam upaya bersama mencegah penebaran covid19”, ujar Nawawi, Kepala Desa Air Hitam di Kantornya.

(M-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *