Demokrat Tidak Mau Coba Coba Di Pilkada Walkot Medan
Kamhar pun menjelaskan kenapa Demokrat tak ingin Kota Medan dipimpin oleh orang yang sedang coba-coba. Menurutnya, Indonesia sudah punya pengalaman, betapa mahalnya harga yang mesti ditanggung dan dibayar jika diberikan kepada bukan ahlinya. Nasib rakyat tak boleh diserahkan pada orang yang sedang coba-coba.
“Pak Ahyar adalàh politisi yang memiliki rekam jejak dan Pengalaman Yang Dapat dijadikan garansi dalam membangun Kota Medan, pernah di legislatif dan kini sedang mengemban mandat rakyat di eksekutif,” jelasnya.
Pada Kamis 11 Juni lalu, Ahyar Nasution menghadiri undangan Bappilu DPP PD didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan dan Plt Ketua DPD PD Sumut.
Bappilu juga telah mempresentasikan tentang Pilkada Kota Medan dan kehadiran Ahyar Nasution pada Rapat Konsultasi bersama Ketum AHY yang didampingi Sekjen Teuku Riefky, Bendum dan jajaran pimpinan lainnya. “Mas Ketum menaruh atensi yang tinggi untuk Pilkada Kota Medan,” katanya.
Mengenai peta koalisi? Kamhar mengatakan, Partai Demokrat tak bisa mengusung sendiri, untuk itu perlu membangun komunikasi dengan PAN dan PKS untuk berkoalisi.
“Harapan kami bisa tiga partai, namun jika hanya dua pun, tak masalah, tetap dapat berlayar. Kami memahami, tak mudah membangun koalisi apalagi berhadapan dengan menantu Pak Jokowi yang telah memborong hampir semua partai. Kami optimis, dapat berlaga meski hanya koalisi dua partai,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan