Nizam lanjutkan, Kampus adalah tempat transisi dari dunia pendidikan ke dunia nyata atau dunia kerja. Jika bersama-sama digarap, maka tidak akan terjadi kesenjangan diantara keduanya. Sejatinya, spirit dari kampus merdeka ialah antara perguruan tinggi dengan dunia kerja.
“Jangan sampai lulusan perguruan tinggi tidak siap dengan dunia industri. Karena dunia kerja berkaitan dengan efisiensi dan membutuhkan skill. Cara mengatasinya adalah dengan melakukan revolusi di bidang pendidikan,” jelas Nizam.
Student center learning merupakan salah satu contoh revolusi pendidikan, dimana pusat pembelajaran tidak hanya terpaku pada dosen sebagai fasilitator sumber ilmu, namun juga mahasiswa harus siap berkreasi lintas keilmuan dan memiliki karakter yang kuat sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh perubahan global.
Nizam menyimpulkan bahwa semangat merdeka belajar: kampus merdeka dilakukan demi terwujudnya kreativitas generasi unggul, membuka ruang semesta belajar bagi mahasiswa, serta menggandengkan perguruan tinggi dan dunia nyata. Selain itu, kampus merdeka menjadi katalis terbentuknya ekosistem penta helix yang menjadikan perguruan tinggi sebagai mata air bagi industri, masyarakat, dan pembangunan bangsa.
Pada akhir paparannya, Nizam menyampaikan bahwa tujuan pendidikan adalah melahirkan insan merdeka yang berbudaya. “Manusia tidak hanya sekadar merdeka, tetapi merdeka dan berbudaya. Insan merdeka diwujudkan dengan berdikari, tidak bergantung pada orang lain, serta mampu menentukan masa depannya sendiri,” tuturnya.
