oleh

Didapuk Sebagai Narasumber Webinar BPNB Aceh, Ini Yang Dipaparkan Soekirman

SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68.COM – Pada acara WEBINAR BPNB Aceh yang berthemakan “Menggagas Pentologi Novel Si Tumoing Ke Tengah Budaya Millineal Masyarakat Batak”, Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H Soekirman didapuk menjadi narasumber pada acara tersebut, yang dilakukan secara Virtual, Jum’at (20/11/2020) Malam.

Hadir dalam seminar virtual tersebut Kepala BNPB Aceh Irini Dewi Wanti, SS, MAP, Moderator Thompson seorang penggiat Budaya dan Direktur Pusat Latihan Opera Batak (PLOB) Pematang Siantar Sumut, dan para Narasumber, diantaranya Ir. H Soekiman, Berlian Hutauruk sang penyanyi Komperatif, S.Mida Silaban, Ridwan Situmorang Penggiat Literasi dan Guru, Saut Poltak Tambunan Pentalogi Novel Si Tumoing.

Soekirman pada paparannya tentang Fenomena Si Tumoing dalam Perpektif Budaya Masyarakat Non Batak menjelaskan bahwa Pentalogi Novel Si Tumoing yang ditulis oleh Saut Poltak Tambunan selama 6 tahun sebanyak 5 Novel yang berisikan  1.250 halaman dan ada lima sub Judul.

Liputan JUGA  KAKANWIL BARU (IMAM SUYUDI) LANTIK 52 PEJABAT DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM JAWA BARAT

Bupati Sergai yang sedang cuti ini juga memaparkan tentang isi Novel tersebut yang banyak mengulas kearifan lokal budaya Batak sebagai sumber nilai budaya di Indonesia.

“Saya sebagai orang Jawa membaca novel ini hingga berulang ulang, tapi mengapa orang Batak tidak membaca Novel ini, sungguh memprihatinkan dan banyak orang Batak yang tidak tahu tentang Novel ini” ungkap Soekirman.

Lanjut Soekirman, Novel berbahasa daerah harus dicari seperti Sastra Modren bahasa Batak, karena Haka Batak penuh dengan muatan-muatan yang luhur serta punya arti yang dalam, seperti dalam novel ini menceritakan tentang percintaan seorang gadis Batak yang tidak direstui karena berbeda kelas dan bersama kekasihnya dia membeli anak Angsa untuk dipelihara.

Liputan JUGA  Ini Kata Sukarman Kenapa Harus Memilih Soekirman

“Karena binatang Angsa tersebut merupakan lambang yang setia pada pasangannya dan tidak mau berganti pasangan hingga mati, akan tetapi pasangan Gadis itu menikah dengan seorang Gadis Cina anak seorang Toke besar dan membuka hotel di Balige. Dalam novel ini hampir semua Tokoh seperti Situmoing menyelesaikan kisahnya dengan Happy Ending”, ungkap Soekirman lagi.

Sang bupati ini juga menekankan bahwa dengan membaca Novel ini kita jadi cinta budaya Batak, cinta Tanah Air Indonesia dan Dunia, dan para tokoh yang ada di dalam Novel ini banyak yang merantau ke Asia tenggara maupun Nigeria, dan Bhinneka tunggal Ika menjadi napas Novel ini.

Saat Presiden RI Joko Widodo pernah datang ke Balige dan menjadi Magnet datangnya ribuan masyarakat Batak serta Toba menjadi Destinasi Wisata Internasional dan Saut Poltak Tambunan telah menjual Tanah leluhurnya agar lebih makmur dimasa yang akan datang.

Liputan JUGA  Maklumat Dewan Pimpinan MUI Pusat dan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Seluruh Indonesia

Soekirman juga menyebutkan setelah membaca Novel ini ada dua kalimat yang saya katakan ” Bagus, Bagus sekali” sebutnya. Sembari mengatakan “Soekirman bukan hanya bisa ngomong Batak tetapi terus menggali dan belajar melalui buku-buku bukan hanya lokal Sergai atau Regional Sumut tapi Nasional dan internasional”.

(Dipa).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.