Didapuk Sebagai Narasumber Webinar BPNB Aceh, Ini Yang Dipaparkan Soekirman

“Karena binatang Angsa tersebut merupakan lambang yang setia pada pasangannya dan tidak mau berganti pasangan hingga mati, akan tetapi pasangan Gadis itu menikah dengan seorang Gadis Cina anak seorang Toke besar dan membuka hotel di Balige. Dalam novel ini hampir semua Tokoh seperti Situmoing menyelesaikan kisahnya dengan Happy Ending”, ungkap Soekirman lagi.

Sang bupati ini juga menekankan bahwa dengan membaca Novel ini kita jadi cinta budaya Batak, cinta Tanah Air Indonesia dan Dunia, dan para tokoh yang ada di dalam Novel ini banyak yang merantau ke Asia tenggara maupun Nigeria, dan Bhinneka tunggal Ika menjadi napas Novel ini.

Saat Presiden RI Joko Widodo pernah datang ke Balige dan menjadi Magnet datangnya ribuan masyarakat Batak serta Toba menjadi Destinasi Wisata Internasional dan Saut Poltak Tambunan telah menjual Tanah leluhurnya agar lebih makmur dimasa yang akan datang.

Soekirman juga menyebutkan setelah membaca Novel ini ada dua kalimat yang saya katakan ” Bagus, Bagus sekali” sebutnya. Sembari mengatakan “Soekirman bukan hanya bisa ngomong Batak tetapi terus menggali dan belajar melalui buku-buku bukan hanya lokal Sergai atau Regional Sumut tapi Nasional dan internasional”.

(Dipa).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *