Pacitan, liputan68.com- Proses pemakaman salah satu pasien positif covid-19, dari Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, yang dirawat di RSUD dr Darsono menuai pergunjingan hebat ditengah masyarakat.
Pasalnya, prosesi pemakaman, bukannya dilakukan petugas dari rumah sakit, namun warga masyarakat yang diminta untuk melaksanakan pemakaman.
Pihak rumah sakit konon berdalih tidak adanya petugas pemakaman. “Rumah sakit katanya tidak ada petugas pemakaman, sehingga warga yang diminta melakukan pemakaman jenazah. Memang mereka dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap, namun ini kan tetap berisiko tinggi. Sebab warga tersebut bukan tenaga terdidik dalam hal penanganan covid-19,” kata Sartono, salah seorang tetangga pasien positif covid-19 yang meninggal, Rabu (6/1).
Selain soal pemakaman yang dinilainya janggal, tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) penangangan pasien positif covid-19, Sartono juga bertanya-tanya tentang hasil uji swab atau PCR dari almarhum yang sampai detik ini tidak ada kejelasan. “Pihak keluarga pernah menanyakan hasil swab, namun pihak rumah sakit katanya tidak ada. Tentu persoalan ini membuat masyarakat bimbang. Ini benar pasien positif covid-19 ataukah tidak.
