Mencegah Hoaks Vaksinasi Covid-19

Literasi kesehatan perlu digalakkan oleh pemerintah guna memecahkan sebaran hoaks yang terus menerus mengurung ruang sadar masyarakat. Literasi kesehatan mencakup kemampuan untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi serta pelayanan yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan kesehatan yang tepat. Literasi kesehatan berpengaruh membentuk perilaku kehidupan sehari-hari yang mendukung kesehatan secara penuh. Hal ini yang menyebabkan tingkat literasi dapat berguna mengontrol kesehatan individu, keluarga, bahkan masyarakat umum.

Dalam konteks sekarang, literasi kesehatan yang diperlukan adalah informasi yang benar tentang vaksinasi Coved-19 agar berbagai berita miring tentangnya dapat diluruskan. Jika di media sosial bertebaran informasi salah tentang vaksin, maka informasi yang benar tentang vaksin pun harus lebih banyak. Terus terang saja, hoaks vaksinasi kian mendapat tempat di media sosial, apalagi sejak salah seorang anggota dewan menolak program vaksinasi pemerintah. Rekamannya yang beradu argumentasi dengan Menteri Kesehatan cepat menyebar dan viral di media sosial.

Isu-isu yang bertebaran, seperti perbedaan harga vaksin yang beredar, izin dari BPOM, kandungan vaksin, dan lain sebagainya harus dilawan dengan informasi bantahan. Pemerintah memang telah melakukan literasi kesehatan melalui penyebaran informasi tentang vaksin di media cetak dan elektronik, namun belum maksimal, mengingat pengguna media sosial jauh lebih besar.

Pelibatan anggota masyarakat membantu penyebaran informasi tentang vaksin perlu dibangkitkan. Komunitas-komunitas yang bergiat di media sosial didukung membuat kampanye gerakan vaksinasi massal. Kalau perlu, jadikan mereka sebagai penyambung suara pemerintah yang kerap nimbrung pada disukusi-diskusi yang membahas tentang vaksin. Apabila ada komentar negatif, mereka turut terlibat aktif menyanggah dan menerangkan informasi yang benar tentang vaksin.

Pelibatan masyarakat juga dilakukan dengan menjadikan mereka yang telah di vaksin sebagai duta vaksin Coved-19, kelak mereka akan menjadi ‘tangan pemerintah’ dalam memberikan vaksin literasi covid-19 di dalam keluarga, lingkungan tempat tinggal (RT, RW, Kelurahan) maupun lingkungan tempat kerja.

Yang juga tak kalah pentingnya adalah situs-situs kesehatan, baik yang berafiliasi dengan Kemeterian Kesehatan, Ikatan Dokter Indoensia, kampus-kampus, Lembaga Swadaya Masyarakat, maupun yang dikelola oleh komunitas masyarakat perlu didukung dengan mempublikasikan kepada masyarakat alamat situsnya. Sehingga diharapkan masyarakat bisa lebih aware dengan kesehatannya. Banyak situs kesehatan di internet yang memberikan informasi yang dapat membantu pemerintah menyukseskan program vaksin Sinovac kepada 180 juta orang sampai akhir tahun.

Target vaksin 180 juta orang Indonesia tersebut tak akan mungkin tercapai jika terus menerus dihadang berita miring (hoaks) yang sering kali tujuannya bukan sekadar menakut-nakuti masyarakat, tapi menjatuhkan pemerintah. Disinilah peran literasi kesehatan sangat penting demi menyelamatkan bangsa dari ancaman Coved-19. Semoga.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *