Sejauh ini, perusahaan asal Tiongkok itu telah mengirimkan 38 juta dosis vaksin virus corona. Dari segi harga, Bio Farma sebelumnya menyebut bahwa vaksin Sinovac dijual sekitar Rp200.000 per dosis.
Sebelumnya, vaksin yang digagas Terawan ini diklaim mampu menciptakan antibodi dan kekebalan tubuh hingga seumur hidup. Tim Uji Klinis mengklaim Vaksin Nusantara bisa menciptakan antibodi atau daya kekebalan tubuh yang mampu bertahan hingga seumur hidup. Vaksin untuk virus corona (Covid-19) itu disebut akan membentuk kekebalan seluler pada sel limfosit T, di Kutip dari Bizlaw.
“Vaksin punya dokter Terawan ini dendritik bersifat T-cells, berarti sekali suntik berlaku seumur hidup. Sehingga secara pembiayaan pun lebih menguntungkan dan tidak menguras devisa negara, karena ini diproduksi dalam negeri,” kata Anggota Tim Uji Klinis Vaksin Nusantara, Jajang Edi Prayitno, Rabu (17/2/2021).
Kabar ini tentu memunculkan anggapan bahwa Terawan di berhentikan bukan lantaran tak mampu menyandang tugas menkes, melainkan diminta untuk fokus merampungkan vaksin Nusantara buatannya.
Vaksin Nusantara diketahui mulai dikembangkan September 2020 lalu atas perintah lisan Presiden Jokowi kepada Terawan saat menjabat sebagai Menkes dan saat ini, vaknus sudah sampai tahap uji klinis fase kedua.
Terawan mengatakan, jika lolos uji klinis di semua tahapan dan mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), vaknus akan diproduksi secara masal. “Bisa diproduksi hingga 10 juta dosis per bulan,” kata Terawan, Selasa (16/2/2021).
Dia mengatakan, Indonesia juga harus mampu memproduksi vaksin Covid-19 sendiri. “Kita harus punya kemampuan mandiri untuk membuat vaksin yang platformnya individual,” tandas Terawan.

