Liputan68.com | Mantan Menkes Terawan saat ini fokus melakukan riset vaksin yang diberi nama Vaksin Nusantara (Vaknus) Merah Putih. Terawan sebut vaksin ini mampu memberi immun alias kekebalan seumur hidup.
Vaksin yang banyak dihujat ini, tetapi pemerintah optimistis dengan harga vaksin virus corona yang dikembangkan di dalam negeri dapat lebih murah dibanding impor. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro bahkan menyebut, vaksin yang dikembangkan Terawan, hanya dibanderol US$5 atau setara Rp72.000.
Bambang yakin, harga Vaksin Nusantara bisa lebih murah dibandingkan vaksin impor karena riset dan uji klinis dibiayai oleh pemerintah. “Mudah-mudahan ini bisa US$5,” kata Bambang dalam acara virtual peringatan Satu Tahun Pandemi COVID-19 dengan tema Inovasi Indonesia Untuk Indonesia Pulih, Bangkit dan Maju di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Bambang menyebutkan, Bio Farma sebagai produsen akan menentukan harga vaksin Merah Putih. Dalam penentuan harga, Bio Farma akan memasukkan komponen biaya produksi.
Meski begitu dia tetap yakin harga vaksin Merah Putih bakal lebih murah dari vaksin impor. Sejauh ini, bibit Vaksin Merah Putih telah dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Rencananya Eijkman akan menyerahkan bibit vaksin tersebut ke Bio Farma pada Maret 2021.
Selanjutnya, Bio Farma bakal mempersiapkan proses uji klinis vaksin tersebut. Uji klinis berguna untuk memastikan keamanan, kemanjuran, dan efektivitas vaksin. Di sisi lain, Indonesia baru menerima 10 juta vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku dari Sinovac.
