oleh

PLT Kadis Perikanan Pacitan, Jangan Main-Main Dengan Benur. Empat Nelayan Digelandang Ke Mapolda Jatim Gegara Benur

Pacitan- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Sumoro Hadi, meminta agar para masyarakat nelayan tidak sembrono ketika melakukan penangkapan benur tanpa melalui mekanisme aturan yang telah ditentukan.

Melanggar, hotel prodeo siap menanti. Aparat penegak hukum, tak main-main dengan persoalan baby lobster ini.

“Kami tak henti-hentinya memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat nelayan, agar patuh aturan. Jangan main-main dengan benur. Melanggar, hotel prodeo siap menanti,” kata Sumoro Hadi, memberikan imbauan kepada nelayan agar tidak sembrono, Kamis (8/4).

Perlu diketahui, lanjut mantan Camat Donorojo ini, pemerintah detik ini sudah men-stop aktivitas eksport benur ke luar negeri. Kecuali untuk budidaya, memang ada celah aturan yang memperlunak bagi para nelayan. Namun begitu, mekanisme harus tetap dilalui.

Liputan JUGA  NY PUTRI KOSTER INGIN KEMBALIKAN FUNGSI TENUN BALI SAKRAL

Sumoro tak berharap kejadian yang belum lama ini menimpa empat nelayan di Pacitan, akan kembali terulang. “Kami imbau taati aturan, jangan sembrono untuk main-main dengan benur,” pesannya.

Sekedar informasi, bahwa belum lama ini konon dikabarkan ada empat nelayan, dimana salah satunya adalah seorang politikus dan juga mantan aktivis pergerakan, yang harus digelandang ke Mapolda Jatim, gegara menangkap benur dengan cara illegal.

Mereka dikabarkan menjual benur secara melawan hukum. Mayoritas hasil illegal fishing yang mereka lakukan, dijual kepada pengepul diseputaran Trenggalek. Namun, kabar tersebut masih perlu pendalaman dengan pihak berwajib. (yun).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.